BI: Inklusi keuangan RI terendah di ASEAN

Rabu, 26 Maret 2014 - 12:40 WIB
BI: Inklusi keuangan...
BI: Inklusi keuangan RI terendah di ASEAN
A A A
Sindonews.com - Asisten Direktur Departemen Pengelolaan dan Kepatuhan Pelaporan Bank Indonesia (BI), Sani Eka Duta mengungkapkan, Indonesia saat ini berada pada posisi terendah dalam inklusi keuangan dibanding negara ASEAN lainnya.

"Hanya 18,2 persen perusahaan di Indonesia yang memperoleh kredit dari bank, dan hanya 8,5 persen penduduk di Indonesia memperoleh kredit dari bank," ungkapnya dalam Workshop Sosialisasi Manfaat Biro Kredit di Indonesia di Le Meridien Hotel Jakarta, Rabu (26/3/2014).

Selain itu, kata dia, peringkat Ease of Doing Business serta Getting Credit di Indonesia masih relatif kecil, berada pada peringkat ke-7 di ASEAN. Indonesia hanya lebih tinggi dari Kamboja, Laos, dan Myanmar.

"Untuk perolehan kredit masih relatif susah. Dalam survei itu indikasinya adalah karena kita tidak punya credit reporting system dari lembaga non keuangan. Hanya mencakup dari lembaga keuangan saja," imbuhnya.

Sani menuturkan, masih adanya hambatan dalam penyediaan akses kredit di Indonesia, yakni lembaga keuangan tidak punya cukup info tentang calon debiturnya. Sehingga, proses pengukuran risiko kredit dari calon debitur masih sulit untuk dilakukan.

Selain itu, masyarakat masih dibebani dengan persyaratan administratif yang berbelit. Termasuk persyaratan adanya collateral, sementara banyak masyarakat yang tidak memiliki aset untuk dijadikan jaminan.

"Perlu penguatan infrastruktur sistem keuangan, serta pertukaran data dan informasi antar lembaga keuangan serta lembaga non keuangan. Yang dimaksudkan adalah dengan keberadaan credit reporting system (CRS)," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Intip Potensi Besar...
Intip Potensi Besar Keuangan Syariah
Kemenkeu Mendorong Sektor...
Kemenkeu Mendorong Sektor Jasa Keuangan Tumbuh Berkembang
Stabilkan Keuangan Akibat...
Stabilkan Keuangan Akibat Dompet Tipis usai Lebaran
Keuangan Negara 2021...
Keuangan Negara 2021 Dinyatakan WTP
Diskusi Bertajuk Traveling...
Diskusi Bertajuk Traveling Sekeluarga Anti Boncos
Jaga Kepercayaan Publik,...
Jaga Kepercayaan Publik, IAPI konsisten Lahirkan Ahli Keuangan Investigator
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
56 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
59 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved