DBS yakin BI Rate stabil 7,5% sepanjang 2014
Rabu, 26 Maret 2014 - 15:32 WIB
DBS yakin BI Rate stabil 7,5% sepanjang 2014
A
A
A
Sindonews.com - Ekonom Bank DBS Gundy Cahyadi mempercayai bahwa BI Rate akan stabil di posisi 7,5 persen hingga akhir 2014. Menurutnya, bank sentral akan tetap berwaspada tahun ini, sehingga penurunan suku bunga tetap tidak terjadi.
"Kemungkinan adanya kenaikan suku bunga tetap ada jika ada tekanan baru terhadap rupiah. Tapi skenario dasar kami untuk tingkat BI Rate stabil pada 7,5 persen di sepanjang tahun ini," ungkapnya dalam diskusi paparan ekonomi dengan media di kantornya, Rabu (26/3/2014).
Gundy mengatakan, BI tampaknya tidak akan mengubah kebijakan moneternya saat ini. Inflasi mereda, tetapi itu baru setengah dari pertempuran tahun ini. Defisit transaksi berjalan masih agak jauh bila melihat sinyal PDB 2 persen yang lebih berkesinambungan.
"Adanya kekhawatiran atas pendanaan eksternal tergolong lazim, terutama mengingat ketidakpastian di pasar global," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Bank DBS meyakini pertumbuhan investasi di Indonesia akan membaik pada semester II/2014. Pemulihan rupiah mengembalikan kepercayaan yang dibutuhkan para pebisnis dan akan meningkatkan prospek pertumbuhan investasi.
Hal itu ditambah dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang kuat, pemulihan dalam pembelanjaan investasi akan membentuk dasar pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada akhir tahun ini.
"Sementara ini, kita mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB 2014 sebesar 6,0 persen yoy (year on year)," ungkap Gundy.
Lebih jauh Gundy menyebutkan bahwa ada tanda-tanda pemulihan investasi yang sudah terjadi pada awal tahun ini. Impor barang modal misalnya, dia menuturkan, berhasil meningkatkan pertumbuhan sebesar 0,9 persen secara tahunan pada bulan Januari.
"Tidak ada perubahan besar, tapi setidaknya penurunan tahun lalu tampaknya telah tertahan," imbuh Gundy.
"Kemungkinan adanya kenaikan suku bunga tetap ada jika ada tekanan baru terhadap rupiah. Tapi skenario dasar kami untuk tingkat BI Rate stabil pada 7,5 persen di sepanjang tahun ini," ungkapnya dalam diskusi paparan ekonomi dengan media di kantornya, Rabu (26/3/2014).
Gundy mengatakan, BI tampaknya tidak akan mengubah kebijakan moneternya saat ini. Inflasi mereda, tetapi itu baru setengah dari pertempuran tahun ini. Defisit transaksi berjalan masih agak jauh bila melihat sinyal PDB 2 persen yang lebih berkesinambungan.
"Adanya kekhawatiran atas pendanaan eksternal tergolong lazim, terutama mengingat ketidakpastian di pasar global," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Bank DBS meyakini pertumbuhan investasi di Indonesia akan membaik pada semester II/2014. Pemulihan rupiah mengembalikan kepercayaan yang dibutuhkan para pebisnis dan akan meningkatkan prospek pertumbuhan investasi.
Hal itu ditambah dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang kuat, pemulihan dalam pembelanjaan investasi akan membentuk dasar pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada akhir tahun ini.
"Sementara ini, kita mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB 2014 sebesar 6,0 persen yoy (year on year)," ungkap Gundy.
Lebih jauh Gundy menyebutkan bahwa ada tanda-tanda pemulihan investasi yang sudah terjadi pada awal tahun ini. Impor barang modal misalnya, dia menuturkan, berhasil meningkatkan pertumbuhan sebesar 0,9 persen secara tahunan pada bulan Januari.
"Tidak ada perubahan besar, tapi setidaknya penurunan tahun lalu tampaknya telah tertahan," imbuh Gundy.
(gpr)