Kimia Farma genjot penjualan ekspor
Rabu, 26 Maret 2014 - 20:26 WIB
Kimia Farma genjot penjualan ekspor
A
A
A
Sindonews.com – PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) sepanjang tahun ini menargetkan penjualan ekspor sebesar Rp276 miliar atau meningkat 20 persen dibandingkan realisasi penjualan ke sejumlah negara hingga akhir tahun lalu sebesar Rp230 miliar.
Direktur Riset dan Pengembangan Bisnis Kimia Farma, M Wahyuli Syafari mengatakan, pada tahun ini perseroan tengah menjajaki penjualan farmasi dan obat-obatan ke Vietnam dan Arab Saudi.
Sedangkan penjualan eksisting ke Timor Leste, kapasitasnya akan ditingkatkan sepanjang tahun ini.
"Tahun lalu untuk penjualan ke Timor Leste berada di angka USD7 juta, tahun ini kami harapkan bisa mencapai USD11 juta. Untuk konsilidasi penjualan ekspor ke sejumlah negara, diharapkan meningkat 20 persen," kata Wahyuli usai menghadiri rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta, Rabu (26/3/2014).
Lebih lanjut dia menjelaskan, pada April mendatang eminten produksi farmasi tersebut akan mengadakan pertemuan dengan perusahaan farmasi asal Arab Saudi.
Dengan bantuan dari Kementerian Agama, perseroan berencana membuka apotik dengan target pangsa pasar jamaah haji dan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada disana.
"Akan ada joint venture (JO) dengan dua atau tiga mitra dari Arab Saudi, pada April mendatang kita akan melihat potensi pasar disana. Kami masih harus mencari pola kerjasama untuk membangun apotik tapi kita harapkan tahun ini sudah bisa masuk," jelasnya.
Wahyuli menambahkan, pada tahun ini perseroan siap menambah tujuh jenis obat-obatan ke luar negeri. Sehingga total obat-obatan yang diekspor mencapai 40 jenis farmasi, yang terdiri dari obat resep (ethical) dan obat bebas (over the counter/OTC).
Selain itu, perseroan juga akan menggandeng salah satu universitas di Malaysia, dengan tujuan bisa melakukan ekpansi ke negara tersebut.
"Kami menggandeng salah satu perusahaan farmasi di Malaysia untuk membangun apotik, nanti akan ada kerjasama dengan salah satu univerisitas disana, sehingga bisa menyalurkan produk ke 14 titik di Malaysia," tambahnya.
Direktur Riset dan Pengembangan Bisnis Kimia Farma, M Wahyuli Syafari mengatakan, pada tahun ini perseroan tengah menjajaki penjualan farmasi dan obat-obatan ke Vietnam dan Arab Saudi.
Sedangkan penjualan eksisting ke Timor Leste, kapasitasnya akan ditingkatkan sepanjang tahun ini.
"Tahun lalu untuk penjualan ke Timor Leste berada di angka USD7 juta, tahun ini kami harapkan bisa mencapai USD11 juta. Untuk konsilidasi penjualan ekspor ke sejumlah negara, diharapkan meningkat 20 persen," kata Wahyuli usai menghadiri rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta, Rabu (26/3/2014).
Lebih lanjut dia menjelaskan, pada April mendatang eminten produksi farmasi tersebut akan mengadakan pertemuan dengan perusahaan farmasi asal Arab Saudi.
Dengan bantuan dari Kementerian Agama, perseroan berencana membuka apotik dengan target pangsa pasar jamaah haji dan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada disana.
"Akan ada joint venture (JO) dengan dua atau tiga mitra dari Arab Saudi, pada April mendatang kita akan melihat potensi pasar disana. Kami masih harus mencari pola kerjasama untuk membangun apotik tapi kita harapkan tahun ini sudah bisa masuk," jelasnya.
Wahyuli menambahkan, pada tahun ini perseroan siap menambah tujuh jenis obat-obatan ke luar negeri. Sehingga total obat-obatan yang diekspor mencapai 40 jenis farmasi, yang terdiri dari obat resep (ethical) dan obat bebas (over the counter/OTC).
Selain itu, perseroan juga akan menggandeng salah satu universitas di Malaysia, dengan tujuan bisa melakukan ekpansi ke negara tersebut.
"Kami menggandeng salah satu perusahaan farmasi di Malaysia untuk membangun apotik, nanti akan ada kerjasama dengan salah satu univerisitas disana, sehingga bisa menyalurkan produk ke 14 titik di Malaysia," tambahnya.
(gpr)
Lihat Juga :