IHSG diprediksi bergerak pada kisaran 4.709-4.746
Kamis, 27 Maret 2014 - 08:23 WIB
IHSG diprediksi bergerak pada kisaran 4.709-4.746
A
A
A
Sindonews.com - Menurut analis teknikal Mandiri Sekuritas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperdagangkan di atas EMA 200 hari, yang mengindikasikan masih akan adanya penguatan lanjutan.
Indeks fase konsolidasi dan rebound dengan volume relatif besar. Reli lanjutan masih terbuka jika tidak break down di support 4.700. Indicator stochastic membentuk goldencross dan pembeli masih kontrol. Diperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak menguat di kisaran support 4.709 dan resistance 4.746.
Perlu diperhatikan, sejumlah data ekonomi dari luar negeri, di mana pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali melemah setelah kejatuhan sektor teknologi dan pemberian sanksi Amerika Serikat (AS) serta Eropa terhadap Rusia. Dini hari tadi, indeks saham Dow Jones terkoreksi 0,60 persen dan S&P 500 turun 0,70 persen.
Dari pasar Asia, indeks di beberapa negara terkemuka juga dibuka melemah. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 di Jepang yang melemah 1,54 persen. Sedangkan indeks Kospi Composite di Korea Selatan dibuka turun 0,01 persen. Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup mixed.
Harga minyak mentah WTI terapresiasi 1,07 persen ke USD100,26 per barel. Sementara harga emas Comex turun 0,61 persen ke posisi USD1303,40 per troy ounce.
Dari dalam negeri, jika tidak ada sentimen positif yang mendukung maka pergerakan IHSG berpotensi tertekan seiring melemahnya bursa saham AS dan regional. Di sisi lain, investor juga menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia, yang sedianya akan diumumkan awal pekan depan.
Indeks fase konsolidasi dan rebound dengan volume relatif besar. Reli lanjutan masih terbuka jika tidak break down di support 4.700. Indicator stochastic membentuk goldencross dan pembeli masih kontrol. Diperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak menguat di kisaran support 4.709 dan resistance 4.746.
Perlu diperhatikan, sejumlah data ekonomi dari luar negeri, di mana pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali melemah setelah kejatuhan sektor teknologi dan pemberian sanksi Amerika Serikat (AS) serta Eropa terhadap Rusia. Dini hari tadi, indeks saham Dow Jones terkoreksi 0,60 persen dan S&P 500 turun 0,70 persen.
Dari pasar Asia, indeks di beberapa negara terkemuka juga dibuka melemah. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 di Jepang yang melemah 1,54 persen. Sedangkan indeks Kospi Composite di Korea Selatan dibuka turun 0,01 persen. Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup mixed.
Harga minyak mentah WTI terapresiasi 1,07 persen ke USD100,26 per barel. Sementara harga emas Comex turun 0,61 persen ke posisi USD1303,40 per troy ounce.
Dari dalam negeri, jika tidak ada sentimen positif yang mendukung maka pergerakan IHSG berpotensi tertekan seiring melemahnya bursa saham AS dan regional. Di sisi lain, investor juga menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia, yang sedianya akan diumumkan awal pekan depan.
(rna)
Lihat Juga :