Jika sentimen mendukung, IHSG melaju positif
Kamis, 27 Maret 2014 - 08:39 WIB
Jika sentimen mendukung, IHSG melaju positif
A
A
A
Sindonews.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dapat bertahan di atas kisaran target support 4.680-4.689 dan mampu melewati kisaran target resisten 4.720-4.722, sehingga dapat memberikan optimisme akan kelanjutan penguatan.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.700-4.715 dan resisten 4.740-4.748.
"Jika sentimen yang ada cukup mendukung, maka masih ada kesempatan untuk maintain buy terhadap beberapa saham pilihan yang masih memiliki potensi untuk menguat," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (27/3/2014).
Menilik laju IHSG pada perdagangan kemarin, ketika dituliskan bahwa laju IHSG berada di kisaran support 4.685-4.700 dan bertahan di kisaran tersebut memberikan gambaran masih adanya daya beli untuk menahan penurunan lanjutan IHSG. Kondisi tersebut memberi arti bahwa laju IHSG mencoba untuk bertahan dari potensi downreversal.
"Dengan dasar itulah, kami tambahkan bahwa aksi beli tersebut dapat berlanjut jika didukung penguatan kembali sejumlah bursa saham global, sehingga IHSG pun tidak kembali melemah," kata Reza.
Dan ternyata, lanjut dia, IHSG pun dapat berbalik menguat meski di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan masih variatifnya laju IHSG pasca terkena profit taking sebelumnya. Pelaku pasar memanfaatkan menghijaunya bursa saham AS untuk kembali melakukan aksi beli.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.744,90 di mid sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.707,86 di awal sesi 2 dan berakhir di level 4.728,24.
"Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell," papar Reza.
Dari luar negeri, rilis kenaikan GDP Korea Selatan dan imbas penguatan laju bursa saham AS memberikan angin segar bagi bursa saham Asia, sehingga dapat berbalik positif. Pelaku pasar masih melihat adanya potensi pemulihan pada ekonomi AS yang nantinya dapat berimbas baik pada ekonomi Asia.
Laju penguatan masih berlanjut pada bursa saham Eropa setelah pelaku pasar turut merespon positif kenaikan consumer confidence AS dan beberapa kenaikan data ekonomi negara-negara zona Eropa meski juga diiringi dengan pelemahan pada data-data ekonomi lainnya.
Kali ini, stabilnya GFK consumer confidence Jerman, meningkatnya UBS consumption indicator Swiss dan meningkatnya pertumbuhan retail sales Italia turut menambah sentimen positif.
Pasca rilis kenaikan CB consumer confidence dan stabilnya case-shiller home price MoM AS yang memberikan optimisme masih berlanjutnya proses pemulihan AS meski diiringi sikap negatif terhadap pernyataan Gubernur the Fed Janet Yellen sebelumnya.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.700-4.715 dan resisten 4.740-4.748.
"Jika sentimen yang ada cukup mendukung, maka masih ada kesempatan untuk maintain buy terhadap beberapa saham pilihan yang masih memiliki potensi untuk menguat," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (27/3/2014).
Menilik laju IHSG pada perdagangan kemarin, ketika dituliskan bahwa laju IHSG berada di kisaran support 4.685-4.700 dan bertahan di kisaran tersebut memberikan gambaran masih adanya daya beli untuk menahan penurunan lanjutan IHSG. Kondisi tersebut memberi arti bahwa laju IHSG mencoba untuk bertahan dari potensi downreversal.
"Dengan dasar itulah, kami tambahkan bahwa aksi beli tersebut dapat berlanjut jika didukung penguatan kembali sejumlah bursa saham global, sehingga IHSG pun tidak kembali melemah," kata Reza.
Dan ternyata, lanjut dia, IHSG pun dapat berbalik menguat meski di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan masih variatifnya laju IHSG pasca terkena profit taking sebelumnya. Pelaku pasar memanfaatkan menghijaunya bursa saham AS untuk kembali melakukan aksi beli.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.744,90 di mid sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.707,86 di awal sesi 2 dan berakhir di level 4.728,24.
"Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell," papar Reza.
Dari luar negeri, rilis kenaikan GDP Korea Selatan dan imbas penguatan laju bursa saham AS memberikan angin segar bagi bursa saham Asia, sehingga dapat berbalik positif. Pelaku pasar masih melihat adanya potensi pemulihan pada ekonomi AS yang nantinya dapat berimbas baik pada ekonomi Asia.
Laju penguatan masih berlanjut pada bursa saham Eropa setelah pelaku pasar turut merespon positif kenaikan consumer confidence AS dan beberapa kenaikan data ekonomi negara-negara zona Eropa meski juga diiringi dengan pelemahan pada data-data ekonomi lainnya.
Kali ini, stabilnya GFK consumer confidence Jerman, meningkatnya UBS consumption indicator Swiss dan meningkatnya pertumbuhan retail sales Italia turut menambah sentimen positif.
Pasca rilis kenaikan CB consumer confidence dan stabilnya case-shiller home price MoM AS yang memberikan optimisme masih berlanjutnya proses pemulihan AS meski diiringi sikap negatif terhadap pernyataan Gubernur the Fed Janet Yellen sebelumnya.
(rna)
Lihat Juga :