Pemerintah janji stabilkan harga cabai
Kamis, 27 Maret 2014 - 19:04 WIB
Pemerintah janji stabilkan harga cabai
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berniat melakukan stabilisasai harga cabai tahun ini, agar para petani dan konsumen tidak saling dirugikan.
Menteri Perdagangan (Mendag), M Lutfi mengatakan, stabilitas harga itu nantinya dimulai dari peningkatan pasokan di tingkat para petani. Menurutnya, dengan stok yang terus stabil, saat ini harga cabai tidak akan meroket tinggi dan tidak akan jatuh saat stoknya melimpah.
Dia mengatakan, tidak stabilnya harga cabai disebabkan sedikitnya panen cabai yang dilakukan petani. Hal itu akibat dari minimnya lahan pertanian yang potensial ditanami cabai di wilayah Indonesia. Padahal kebutuhan cabai saat ini cukup tinggi di kalangan masyarakat.
Atas kondisi itu, pihaknya mengaku bakal bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk menyiapkan lahan-lahan pertanian untuk ditanam cabai tersebut.
"Perlu adanya upaya untuk menambah pasokan cabai agar harganya stabil, meskipun saat ini bisa dibilang stok cabai melimpah karena petani mulai panen raya," ucapnya ketika melakukan kunjungan di Tlogolele, Selo Boyolali, Kamis (27/3/2014).
Sementara, Menteri Pertanian Suswono membenarkan minimnya stok cabai itu karena lahan yang kurang di kalangan petani. Dia menyebutkan rata-rata saat ini para petani hanya memiliki lahan seluas 0,3 hektare saja. Lahan itu, kata dia sudah ditanami dengan tanaman-tanaman lain, tidak fokus ke cabai.
Padahal, agar tanaman cabai itu bisa stabil, setidaknya diperlukan lahan yang lebih luas agar produksi cabai itu terus stabil. Menurutnya, perluasan lahan itu bisa dilakukan dengan cara menanam cabai di pekarangan rumah dengan menggunakan pot atau polybag. Apalagi saat ini masih banyak lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan warga.
Dia menyebutkan, dari hasil riset setidanya ada jutaan hektare lahan yang dibiarkan menganggur tanpa dimanfaatkan. "Kalau itu bisa ditanami cabai atau tanaman lainnya, pasti stok cabai akan ada terus," ucapnya.
Selain itu, perluasan lahan dilakukan dengan system transmigrasi. Para petani yang biasanya hanya memiliki lahan pertanian sebanyak 0,3 hektare, kini bisa meningkat menjadi empat hektare.
"Banyak petani yang enggan untuk transmigrasi, padahal kalau transigrasi hasilnya akan lebih baik dan lebih maksimal dibanding saat ini," ucapnya.
Menteri Perdagangan (Mendag), M Lutfi mengatakan, stabilitas harga itu nantinya dimulai dari peningkatan pasokan di tingkat para petani. Menurutnya, dengan stok yang terus stabil, saat ini harga cabai tidak akan meroket tinggi dan tidak akan jatuh saat stoknya melimpah.
Dia mengatakan, tidak stabilnya harga cabai disebabkan sedikitnya panen cabai yang dilakukan petani. Hal itu akibat dari minimnya lahan pertanian yang potensial ditanami cabai di wilayah Indonesia. Padahal kebutuhan cabai saat ini cukup tinggi di kalangan masyarakat.
Atas kondisi itu, pihaknya mengaku bakal bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk menyiapkan lahan-lahan pertanian untuk ditanam cabai tersebut.
"Perlu adanya upaya untuk menambah pasokan cabai agar harganya stabil, meskipun saat ini bisa dibilang stok cabai melimpah karena petani mulai panen raya," ucapnya ketika melakukan kunjungan di Tlogolele, Selo Boyolali, Kamis (27/3/2014).
Sementara, Menteri Pertanian Suswono membenarkan minimnya stok cabai itu karena lahan yang kurang di kalangan petani. Dia menyebutkan rata-rata saat ini para petani hanya memiliki lahan seluas 0,3 hektare saja. Lahan itu, kata dia sudah ditanami dengan tanaman-tanaman lain, tidak fokus ke cabai.
Padahal, agar tanaman cabai itu bisa stabil, setidaknya diperlukan lahan yang lebih luas agar produksi cabai itu terus stabil. Menurutnya, perluasan lahan itu bisa dilakukan dengan cara menanam cabai di pekarangan rumah dengan menggunakan pot atau polybag. Apalagi saat ini masih banyak lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan warga.
Dia menyebutkan, dari hasil riset setidanya ada jutaan hektare lahan yang dibiarkan menganggur tanpa dimanfaatkan. "Kalau itu bisa ditanami cabai atau tanaman lainnya, pasti stok cabai akan ada terus," ucapnya.
Selain itu, perluasan lahan dilakukan dengan system transmigrasi. Para petani yang biasanya hanya memiliki lahan pertanian sebanyak 0,3 hektare, kini bisa meningkat menjadi empat hektare.
"Banyak petani yang enggan untuk transmigrasi, padahal kalau transigrasi hasilnya akan lebih baik dan lebih maksimal dibanding saat ini," ucapnya.
(izz)
Lihat Juga :