IHSG akhir pekan berpotensi lanjutkan downreversal
Jum'at, 28 Maret 2014 - 08:47 WIB
IHSG akhir pekan berpotensi lanjutkan downreversal
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diperkirakan akan berada pada rentang support 4.695-4.705 dan resisten 4.744-4.765.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG pada perdagangan kemarin dapat bertahan di atas kisaran target support 4.700-4.715 dan sempat melewati kisaran target resisten 4.740-4.748, yang awalnya diperkirakan masih dapat memberikan optimisme akan kelanjutan penguatan.
"Tetapi, dengan penutupan di bawah kisaran target resisten tersebut mengaburkan potensi kenaikan lanjutan dan berpotensi downreversal," kata dia, Jumat (28/4/2014).
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, tampak pergerakan positif sempat dirasakan pelaku pasar di awal hingga pertengahan sesi perdagangan ketika IHSG mampu tidak terpengaruh dengan pelemahan bursa saham AS.
Pelaku pasar yang awalnya banyak melakukan pembelian berbalik menjadi profit taking menjelang penutupan perdagangan. Pada dasarnya tidak ada hal yang signifikan membuat IHSG harus melemah.
Kebetulan laju bursa saham Asia kembali variatif setelah bursa saham China berbalik melemah dan kebetulan jelang libur panjang di dalam negeri serta kebetulan juga jelang awal bulan April, yang seperti biasa akan dirilis data-data ekonomi Indonesia, sehingga membuat pelaku pasar lebih memilih untuk menahan diri dan mengamankan posisi.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.758,01 di mid sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.717,73 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.723,06. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Dari luar negeri, laju bursa saham Asia kembali variatif, di mana potensi kelanjutan terhalangi oleh pelemahan pada indeks utama di bursa saham China. Adapun pelemahan dipicu pertumbuhan kinerja emiten industri China yang dinilai melambat dan tingkat suku bunga referensi pasar uang yang kembali melonjak.
Sementara Nikkei masih dapat bertahan positif seiring dengan penguatan saham-saham ritel terkait rencana aksi menambah gerainya meski diiringi dengan pelemahan saham-saham sekuritas. Pelemahan kembali terjadi pada bursa saham Eropa setelah muncul rilis beberapa perbankan Eropa yang mengalami kegagalan stress test.
Pelaku pasar pun turut merespon negatif pernyataan Presiden AS Barack Obama yang dapat meningkatkan konflik politik antara barat dan Rusia. Rilis kenaikan consumer confidence Perancis dan business confidence Italia tidak mampu memberikan sentimen positif untuk menahan pelemahan indeks bursa Eropa.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG pada perdagangan kemarin dapat bertahan di atas kisaran target support 4.700-4.715 dan sempat melewati kisaran target resisten 4.740-4.748, yang awalnya diperkirakan masih dapat memberikan optimisme akan kelanjutan penguatan.
"Tetapi, dengan penutupan di bawah kisaran target resisten tersebut mengaburkan potensi kenaikan lanjutan dan berpotensi downreversal," kata dia, Jumat (28/4/2014).
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, tampak pergerakan positif sempat dirasakan pelaku pasar di awal hingga pertengahan sesi perdagangan ketika IHSG mampu tidak terpengaruh dengan pelemahan bursa saham AS.
Pelaku pasar yang awalnya banyak melakukan pembelian berbalik menjadi profit taking menjelang penutupan perdagangan. Pada dasarnya tidak ada hal yang signifikan membuat IHSG harus melemah.
Kebetulan laju bursa saham Asia kembali variatif setelah bursa saham China berbalik melemah dan kebetulan jelang libur panjang di dalam negeri serta kebetulan juga jelang awal bulan April, yang seperti biasa akan dirilis data-data ekonomi Indonesia, sehingga membuat pelaku pasar lebih memilih untuk menahan diri dan mengamankan posisi.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.758,01 di mid sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.717,73 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.723,06. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Dari luar negeri, laju bursa saham Asia kembali variatif, di mana potensi kelanjutan terhalangi oleh pelemahan pada indeks utama di bursa saham China. Adapun pelemahan dipicu pertumbuhan kinerja emiten industri China yang dinilai melambat dan tingkat suku bunga referensi pasar uang yang kembali melonjak.
Sementara Nikkei masih dapat bertahan positif seiring dengan penguatan saham-saham ritel terkait rencana aksi menambah gerainya meski diiringi dengan pelemahan saham-saham sekuritas. Pelemahan kembali terjadi pada bursa saham Eropa setelah muncul rilis beberapa perbankan Eropa yang mengalami kegagalan stress test.
Pelaku pasar pun turut merespon negatif pernyataan Presiden AS Barack Obama yang dapat meningkatkan konflik politik antara barat dan Rusia. Rilis kenaikan consumer confidence Perancis dan business confidence Italia tidak mampu memberikan sentimen positif untuk menahan pelemahan indeks bursa Eropa.
(rna)
Lihat Juga :