Jelang libur, laju rupiah diprediksi tertahan
Jum'at, 28 Maret 2014 - 09:00 WIB
Jelang libur, laju rupiah diprediksi tertahan
A
A
A
Sindonews.com - Antisipasi atas data ekonomi yang bakal dirilis pekan depan membuat para pelaku pasar melakukan aksi tunggu, sehingga berpotensi membuat laju rupiah harus tertahan.
"Laju rupiah melewati kisaran level support Rp11.438 per USD. Laju rupiah masih akan variatif, di mana pelaku pasar lebih memilih menahan diri jelang libur panjang dan antisipasi rilis data-data ekonomi minggu depan. Rentang rupiah hari ini dikisaran Rp11.450-11.424 mengacu Kurs tengah BI," kata Reza, Jumat, (27/3/2014).
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, tampak laju rupiah masih melanjutkan pelemahan meski tipis. Masih melemahnya nilai tukar euro membuat laju USD masih dalam laju penguatannya.
Apalagi setelah pasar merespon negatif pernyataan Presiden AS Barack Obama bahwa ekskalasi tensi geopolitik di Ukraina dapat meningkat seiring dengan rencana pengenaan sangsi ke Rusia.
"Hal tersebut membuat kondisi menjadi ketidakpastian dan pelaku pasar memilih aset save heaven," pungkas dia.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.438 per USD. Posisi ini melemah 30 poin dibanding penutupan Rabu (26/3/2014) di level Rp11.408 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.447 per USD. Posisi ini terdepresiasi 35 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.412 per USD.
"Laju rupiah melewati kisaran level support Rp11.438 per USD. Laju rupiah masih akan variatif, di mana pelaku pasar lebih memilih menahan diri jelang libur panjang dan antisipasi rilis data-data ekonomi minggu depan. Rentang rupiah hari ini dikisaran Rp11.450-11.424 mengacu Kurs tengah BI," kata Reza, Jumat, (27/3/2014).
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, tampak laju rupiah masih melanjutkan pelemahan meski tipis. Masih melemahnya nilai tukar euro membuat laju USD masih dalam laju penguatannya.
Apalagi setelah pasar merespon negatif pernyataan Presiden AS Barack Obama bahwa ekskalasi tensi geopolitik di Ukraina dapat meningkat seiring dengan rencana pengenaan sangsi ke Rusia.
"Hal tersebut membuat kondisi menjadi ketidakpastian dan pelaku pasar memilih aset save heaven," pungkas dia.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.438 per USD. Posisi ini melemah 30 poin dibanding penutupan Rabu (26/3/2014) di level Rp11.408 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.447 per USD. Posisi ini terdepresiasi 35 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.412 per USD.
(rna)