DEWA siapkan capex USD30 juta
Jum'at, 28 Maret 2014 - 14:05 WIB
DEWA siapkan capex USD30 juta
A
A
A
Sindonews.com - Guna mendukung sejumlah ekspansi usaha PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berencana menggangarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) hingga USD30 juta pada 2014.
Presiden Direktur Darma Henwa Wachjudi A Martono mengatakan, dana belanja modal ini akan dimanfaatkan untuk perawatan dan pembelian sparepart alat tambang dengan komposisi penggunaan yang hampir mencapai 90 persen.
"Kami siapkan capex untuk lapangan yang sudah eksisting sekitar USD30 juta. Penamabahan alat tidak diperlukan lagi. Misalnya untuk pengembangan proyek batu bara di Asam-Asam. Itu akan kita kembangkan dengan alat yang sudah kita punya dan sewa. Capex ini hanya untuk sparepart," jelasnya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Untuk urusan sumber permodalam, Martono menuturkan, anak usaha Grup Bakrie tersebut akan mengusahakannya dari pinjaman non-bank. Artinya, perseroan bakal mencari pinjaman dari pemasok atau supplier.
"Kami pinjam dengan pemasok, ini short term. Tapi ada dana sendiri, namun tidak banyak. Dari supplier sekitar 90 persen, kami kecil banget," papar dia.
Perseroan pada tahun lalu mencatat rugi bersih sebesar USD51,74 juta, anjlk hingga 25 persen dibanding tahun sebelumnya senilai USD41,42 juta. melonjaknya rugi bersih tersebut karena menurunnya pendapatan sebesar 33,7 persen menjadi USD222,03 juta dari tahun sebelumnya USD334,99 juta.
Presiden Direktur Darma Henwa Wachjudi A Martono mengatakan, dana belanja modal ini akan dimanfaatkan untuk perawatan dan pembelian sparepart alat tambang dengan komposisi penggunaan yang hampir mencapai 90 persen.
"Kami siapkan capex untuk lapangan yang sudah eksisting sekitar USD30 juta. Penamabahan alat tidak diperlukan lagi. Misalnya untuk pengembangan proyek batu bara di Asam-Asam. Itu akan kita kembangkan dengan alat yang sudah kita punya dan sewa. Capex ini hanya untuk sparepart," jelasnya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Untuk urusan sumber permodalam, Martono menuturkan, anak usaha Grup Bakrie tersebut akan mengusahakannya dari pinjaman non-bank. Artinya, perseroan bakal mencari pinjaman dari pemasok atau supplier.
"Kami pinjam dengan pemasok, ini short term. Tapi ada dana sendiri, namun tidak banyak. Dari supplier sekitar 90 persen, kami kecil banget," papar dia.
Perseroan pada tahun lalu mencatat rugi bersih sebesar USD51,74 juta, anjlk hingga 25 persen dibanding tahun sebelumnya senilai USD41,42 juta. melonjaknya rugi bersih tersebut karena menurunnya pendapatan sebesar 33,7 persen menjadi USD222,03 juta dari tahun sebelumnya USD334,99 juta.
(rna)
Lihat Juga :