DEWA incar margin usaha 2014 hingga USD24,8 juta
Jum'at, 28 Maret 2014 - 15:47 WIB
DEWA incar margin usaha 2014 hingga USD24,8 juta
A
A
A
Sindonews.com - Setelah mengalami penurunan pada pendapatan usaha yang mengakibatkannya membukukan rugi, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) optimis mampu mencetak kinerja yang lebih positif pada tahun ini.
Presiden Direktur DEWA Wahjudi A Martono mengatakan, anak usaha Grup Bakrie tersebut pada tahun ini mengincar pendapatan sekitar USD310 juta dengan margin keuntungan 7 sampai 8 persen dari pendapatan tersebut.
Artinya, perseroan mengincar perolehan margin usaha tahun ini berkisar antara USD21,7 hingga USD24,8 Juta.
"Kami optimis dapat tingkatkan pendapatan positif dengan proyek yang sudah ada," kata dia usai RUSPT di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Dia menjelaskan, untuk memenuhi target pendapatan tersebut, perseroan akan mengoptimalkannya dengan meningkatkan target produksi batu bara pada tahun ini menjadi 16,3 juta ton.
Dari catatan perusahaan, emiten ini berhasil memproduksi batu bara dengan volume rata-rata sebesar 1,5 juta ton per bulan. Artinya, hingga Maret 2014, batu bara yang telah berhasil diproduksi mencapai 3,2 juta ton.
"Kurang lebih 1,5 juta per bulan, kita sudah berjalan hampir 3 bulan," pungkas dia.
Perseroan pada tahun lalu mencatat rugi bersih sebesar USD51,74 juta, anjlok hingga 25 persen dibanding tahun sebelumnya senilai USD41,42 juta. Melonjaknya rugi bersih tersebut karena menurunnya pendapatan sebesar 33,7 persen menjadi USD222,03 juta dari USD334,99 juta.
Presiden Direktur DEWA Wahjudi A Martono mengatakan, anak usaha Grup Bakrie tersebut pada tahun ini mengincar pendapatan sekitar USD310 juta dengan margin keuntungan 7 sampai 8 persen dari pendapatan tersebut.
Artinya, perseroan mengincar perolehan margin usaha tahun ini berkisar antara USD21,7 hingga USD24,8 Juta.
"Kami optimis dapat tingkatkan pendapatan positif dengan proyek yang sudah ada," kata dia usai RUSPT di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Dia menjelaskan, untuk memenuhi target pendapatan tersebut, perseroan akan mengoptimalkannya dengan meningkatkan target produksi batu bara pada tahun ini menjadi 16,3 juta ton.
Dari catatan perusahaan, emiten ini berhasil memproduksi batu bara dengan volume rata-rata sebesar 1,5 juta ton per bulan. Artinya, hingga Maret 2014, batu bara yang telah berhasil diproduksi mencapai 3,2 juta ton.
"Kurang lebih 1,5 juta per bulan, kita sudah berjalan hampir 3 bulan," pungkas dia.
Perseroan pada tahun lalu mencatat rugi bersih sebesar USD51,74 juta, anjlok hingga 25 persen dibanding tahun sebelumnya senilai USD41,42 juta. Melonjaknya rugi bersih tersebut karena menurunnya pendapatan sebesar 33,7 persen menjadi USD222,03 juta dari USD334,99 juta.
(rna)
Lihat Juga :