Pertamina siapkan 25.000 tabung Bright Gas di Sulawesi
Jum'at, 28 Maret 2014 - 16:12 WIB
Pertamina siapkan 25.000 tabung Bright Gas di Sulawesi
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi menyiapkan 25 ribu tabung Bright Gas yang merupakan tabung ukuran 12 kilogram (kg) dalam tampilan baru.
Tampilan tersebut dapat dijumpai dalam empat varian warna, biru metalik, hijau metalik, ungu metalik, dan ungu kemerahan metalik. Sales Executive LPG Industri dan Gas Product MOR VII Pertamina, Yogi Indraprastya mengatakan, jumlah tersebut disediakan hingga akhir tahun.
Sementara di tahap awal peluncuran disediakan sekitar 12.500 tabung Bright Gas untuk memenuhi kebutuhan gas para konsumen. "Untuk memaksimalkan penyaluran, kami mempercayakan ke 14 agen elpiji di Makassar. Tiap agen akan memperoleh jatah per hari yang bervariasi tergantung kemampuan mereka menyalurkan. Jatah tersebut minimal 168 tabung gas per hari dan maksimal 336 tabung," ujarnya, Jumat (28/3/2014).
Dia menjelaskan, produk yang dilaunching secara nasional pada Mei tahun lalu, baru dihadirkan di Makassar tahun ini. Karena, terjadinya rencana kenaikan BBM yang membuatnya tertunda.
Meski demikian, dipastikan kehadiran tabung gas wajah baru ini dapat menarik animo konsumen membeli. Apalagi, banyak hal berbeda dibandingkan tabung gas warna biru dengan ukuran berat serupa. Di antaranya, spindel pengaman dari satu menjadi dua serta produknya tidak mudah rusak dengan jaminan pemakaian tabung hingga lima tahun.
"Selama masa perkenalan, kami membuka kesempatan ke masyarakat menukarkan tabung gas lama mereka dengan yang baru hanya dengan membayar Rp120.000 per tabung," katanya.
Dia menjelaskan, secara nasional Pertamina menargetkan penjualan Bright Gas 800 ribu pengguna seluruh Indonesia atau sekitar 34.000 metrik ton. Khusus Region VII ditargetkan 3.000 metrik ton atau sama dengan 80.000 pengguna tabung baru.
Sementara, Sales Executive LPG MOR VII Wilson, Eddy Wijaya menuturkan, pasca diluncurkannya produk baru ini dipastikan Pertamina tidak akan memproduksi tabung gas berwarna biru. Bahkan, lambat laun peredarannya akan ditarik di pasaran khususnya yang tak layak pakai.
"Tabung milik Pertamina memiliki masa pemakaian hingga lima tahun, kendati masanya lima tahun, namun setiap tahun dilakukan retester. Khusus untuk tabung baru ini, setiap tabungnya diterapkan waktu pengecekan atau retesternya untuk menghindari tabung yang rusak," pungkasnya.
Tampilan tersebut dapat dijumpai dalam empat varian warna, biru metalik, hijau metalik, ungu metalik, dan ungu kemerahan metalik. Sales Executive LPG Industri dan Gas Product MOR VII Pertamina, Yogi Indraprastya mengatakan, jumlah tersebut disediakan hingga akhir tahun.
Sementara di tahap awal peluncuran disediakan sekitar 12.500 tabung Bright Gas untuk memenuhi kebutuhan gas para konsumen. "Untuk memaksimalkan penyaluran, kami mempercayakan ke 14 agen elpiji di Makassar. Tiap agen akan memperoleh jatah per hari yang bervariasi tergantung kemampuan mereka menyalurkan. Jatah tersebut minimal 168 tabung gas per hari dan maksimal 336 tabung," ujarnya, Jumat (28/3/2014).
Dia menjelaskan, produk yang dilaunching secara nasional pada Mei tahun lalu, baru dihadirkan di Makassar tahun ini. Karena, terjadinya rencana kenaikan BBM yang membuatnya tertunda.
Meski demikian, dipastikan kehadiran tabung gas wajah baru ini dapat menarik animo konsumen membeli. Apalagi, banyak hal berbeda dibandingkan tabung gas warna biru dengan ukuran berat serupa. Di antaranya, spindel pengaman dari satu menjadi dua serta produknya tidak mudah rusak dengan jaminan pemakaian tabung hingga lima tahun.
"Selama masa perkenalan, kami membuka kesempatan ke masyarakat menukarkan tabung gas lama mereka dengan yang baru hanya dengan membayar Rp120.000 per tabung," katanya.
Dia menjelaskan, secara nasional Pertamina menargetkan penjualan Bright Gas 800 ribu pengguna seluruh Indonesia atau sekitar 34.000 metrik ton. Khusus Region VII ditargetkan 3.000 metrik ton atau sama dengan 80.000 pengguna tabung baru.
Sementara, Sales Executive LPG MOR VII Wilson, Eddy Wijaya menuturkan, pasca diluncurkannya produk baru ini dipastikan Pertamina tidak akan memproduksi tabung gas berwarna biru. Bahkan, lambat laun peredarannya akan ditarik di pasaran khususnya yang tak layak pakai.
"Tabung milik Pertamina memiliki masa pemakaian hingga lima tahun, kendati masanya lima tahun, namun setiap tahun dilakukan retester. Khusus untuk tabung baru ini, setiap tabungnya diterapkan waktu pengecekan atau retesternya untuk menghindari tabung yang rusak," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :