JASS siapkan belanja modal Rp80 miliar
Jum'at, 28 Maret 2014 - 18:20 WIB
JASS siapkan belanja modal Rp80 miliar
A
A
A
Sindonews.com - PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JASS) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) pada tahun ini sekitar Rp80 miliar. Dana tersebut, selain menggunakan kas internal, perseroan juga berencana melakukan pinjaman bank.
Presiden Direktur JASS, Adji Gunawan mengatakan, alokasi belanja modal diantaranya akan digunakan perseroan untuk pembangunan gudang eksisting di Bandara Halim Perdana Kusuma (Jakarta), peremajaan alat ground service equipments (GSE), dan mendapatkan sertifikat standar internasional.
Sementara itu, Direktur Keuangan Jasa Angkasa Semesta, Mariane Cardinal menjelaskan, untuk meningkatkan kualitas dan mutu jasa pelayanan, perseroan sejak tahun lalu telah mengembangkan fasilitas pergudangan di area lima bandara.
Kelimanya yaitu Bandara Ngurah Rai, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda, Bandara Kualanamu dan terakhir Bandara Halim.
"Kita baru saja menyelesaikan pengembangan gudang di bandara Halim Perdana Kusuma yang menelan biaya sekitar Rp10 miliar. Ini gudang baru setelah sebelumnya kita bangun di Kuala Namu, Medan," kata dia dalam jumpa persnya di Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Dijelaskannya, pengembangan gudang di Halim Perdana Kusuma dilakukan untuk mengantisipasi mulai digunakannya bandara tersebut untuk tujuan komersial oleh beberapa maskapai nasional seperti Garuda Indonesia, Citilink, Indonesia Air Asia, dan Lion Air. JASS meningkatkan kapasitas gudang dari 1.128 meter persegi menjadi total 2.800 meter persegi.
"Kita prediksi akan ada logistik sekitar 16 hingga 20 ton per hari nantinya yang dihandle, ini karena kelebihan muatan di Bandara Soekarno-Hatta. Jika sebelumnya kami hanya melayani kargo domestik, saat ini di Halim kita garap internasional," jelasnya.
Presiden Direktur JASS, Adji Gunawan mengatakan, alokasi belanja modal diantaranya akan digunakan perseroan untuk pembangunan gudang eksisting di Bandara Halim Perdana Kusuma (Jakarta), peremajaan alat ground service equipments (GSE), dan mendapatkan sertifikat standar internasional.
Sementara itu, Direktur Keuangan Jasa Angkasa Semesta, Mariane Cardinal menjelaskan, untuk meningkatkan kualitas dan mutu jasa pelayanan, perseroan sejak tahun lalu telah mengembangkan fasilitas pergudangan di area lima bandara.
Kelimanya yaitu Bandara Ngurah Rai, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda, Bandara Kualanamu dan terakhir Bandara Halim.
"Kita baru saja menyelesaikan pengembangan gudang di bandara Halim Perdana Kusuma yang menelan biaya sekitar Rp10 miliar. Ini gudang baru setelah sebelumnya kita bangun di Kuala Namu, Medan," kata dia dalam jumpa persnya di Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Dijelaskannya, pengembangan gudang di Halim Perdana Kusuma dilakukan untuk mengantisipasi mulai digunakannya bandara tersebut untuk tujuan komersial oleh beberapa maskapai nasional seperti Garuda Indonesia, Citilink, Indonesia Air Asia, dan Lion Air. JASS meningkatkan kapasitas gudang dari 1.128 meter persegi menjadi total 2.800 meter persegi.
"Kita prediksi akan ada logistik sekitar 16 hingga 20 ton per hari nantinya yang dihandle, ini karena kelebihan muatan di Bandara Soekarno-Hatta. Jika sebelumnya kami hanya melayani kargo domestik, saat ini di Halim kita garap internasional," jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :