First Solar siap pasok industri pertambangan Australia
Senin, 31 Maret 2014 - 12:38 WIB
First Solar siap pasok industri pertambangan Australia
A
A
A
Sindonews.com - First Solar Inc, produsen panel surya terbesar AS mengumumkan kesepakatan untuk memasok teknologi pada proyek pertambangan terpencil di Australia demi membantu perusahaan sumber daya dalam menghemat biaya bahan bakar.
Wakil Presiden First Solar yang berbasis di Sydney, Jack Curtis mengatakan, perusahaan mengharapkan dapat mengembangkan berkapasitas 200 megawatt untuk industri pertambangan selama tiga tahun ke depan. Perusahaan yang berbasis di Tempe , Arizona ini berencana untuk menggabungkan tenaga surya dengan solar.
"Dalam sebuah lingkungan di mana tidak mementingkan keuntungan dulu, dengan industri pertambangan difokuskan pada pengendalian biaya, listrik yang menjadi kekuatan tambang yang lebih besar, dan kemampuan untuk menempatkannya dan melindungi nilai terhadap volatilitas harga bahan bakar adalah sesuatu yang Solars tawarkan," kata Curtis seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (31/3/2014).
Perusahaan asal AS ini berupaya meningkatkan untuk menginstal sistem tata surya di lokasi industri dan gudang sebagai utilitas permintaan proyek-proyek kecil. Termasuk mencari penawaran di wilayah lain seperti Arab Saudi, India dan Amerika Selatan.
Perusahaan pertambangan terbesar dunia, termasuk BHP Billiton Ltd dan Rio Tinto Group, pada saat yang sama mengekang pengeluaran sebagai booming selama satu dekade di harga logam yang berkurang.
Wakil Presiden First Solar yang berbasis di Sydney, Jack Curtis mengatakan, perusahaan mengharapkan dapat mengembangkan berkapasitas 200 megawatt untuk industri pertambangan selama tiga tahun ke depan. Perusahaan yang berbasis di Tempe , Arizona ini berencana untuk menggabungkan tenaga surya dengan solar.
"Dalam sebuah lingkungan di mana tidak mementingkan keuntungan dulu, dengan industri pertambangan difokuskan pada pengendalian biaya, listrik yang menjadi kekuatan tambang yang lebih besar, dan kemampuan untuk menempatkannya dan melindungi nilai terhadap volatilitas harga bahan bakar adalah sesuatu yang Solars tawarkan," kata Curtis seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (31/3/2014).
Perusahaan asal AS ini berupaya meningkatkan untuk menginstal sistem tata surya di lokasi industri dan gudang sebagai utilitas permintaan proyek-proyek kecil. Termasuk mencari penawaran di wilayah lain seperti Arab Saudi, India dan Amerika Selatan.
Perusahaan pertambangan terbesar dunia, termasuk BHP Billiton Ltd dan Rio Tinto Group, pada saat yang sama mengekang pengeluaran sebagai booming selama satu dekade di harga logam yang berkurang.
(izz)
Lihat Juga :