Pemerintah diminta serius kembangkan transportasi perintis
Senin, 31 Maret 2014 - 15:05 WIB
Pemerintah diminta serius kembangkan transportasi perintis
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Umum Kadin bidang Logistik, Carmelita Hartoto mengatakan, pemerintah seharusnya tetap fokus untuk menjalankan jalur transportasi perintis yang selama ini dilakukan maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines (MNA).
"Untuk transportasi udara sebaiknya pemerintah tidak hanya fokus pada pesawat dengan tiket murah, tetapi juga bisa memenuhi keperluan ke daerah terpencil. Perjalanan Merpati Airlines sebenarnya jangan sampai dihilangkan. Karena itu jalur perintis," katanya, Senin (31/3/2014).
Carmelita yang juga sebagai Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) mengatakan, pengembangan jalur perintis ini bukan hanya untuk jalur udara tetapi juga untuk transportasi laut maupun darat.
Sehingga, harga-harga produk yang mahal dan selama ini diributkan sudah tidak terjadi lagi. "Jangan sampai jeruk China selalu lebih murah dibanding jeruk Medan," katanya.
Menurutnya, hal ini menjadi tugas bersama, bukan hanya untuk pengusaha pelayaran, tetapi juga untuk negara. Dia menyarankan agar pemerintah menyiapkan kapal perintis. Namun bukan berarti kapal tersebut harus berbendera asing. Seperti diketahui Indonesia menganut asas cabotage, sehingga jika kapal perintis diadakan, maka harus pemerintah yang mengerjakannya.
"Di luar negeri mengapa bisa pesawat lebih murah, karena mereka memanfaatkan pengusaha lokal milik mereka. Nah kita bisa mencontoh itu. Dengan harga murah, pesawat bisa jalan ke seluruh daerah yang ada di Indonesia," jelasnya.
Seperti diketahui, Merpati Nusantara Airlines merupakan maskapai penerbangan plat merah yang dikenal melayani rute perjalanan jalur perintis, terutama wilayah timur Indonesia. Namun saat ini, Merpati tidak bisa beroperasi secara normal karena terbebani utang yang besar.
"Untuk transportasi udara sebaiknya pemerintah tidak hanya fokus pada pesawat dengan tiket murah, tetapi juga bisa memenuhi keperluan ke daerah terpencil. Perjalanan Merpati Airlines sebenarnya jangan sampai dihilangkan. Karena itu jalur perintis," katanya, Senin (31/3/2014).
Carmelita yang juga sebagai Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) mengatakan, pengembangan jalur perintis ini bukan hanya untuk jalur udara tetapi juga untuk transportasi laut maupun darat.
Sehingga, harga-harga produk yang mahal dan selama ini diributkan sudah tidak terjadi lagi. "Jangan sampai jeruk China selalu lebih murah dibanding jeruk Medan," katanya.
Menurutnya, hal ini menjadi tugas bersama, bukan hanya untuk pengusaha pelayaran, tetapi juga untuk negara. Dia menyarankan agar pemerintah menyiapkan kapal perintis. Namun bukan berarti kapal tersebut harus berbendera asing. Seperti diketahui Indonesia menganut asas cabotage, sehingga jika kapal perintis diadakan, maka harus pemerintah yang mengerjakannya.
"Di luar negeri mengapa bisa pesawat lebih murah, karena mereka memanfaatkan pengusaha lokal milik mereka. Nah kita bisa mencontoh itu. Dengan harga murah, pesawat bisa jalan ke seluruh daerah yang ada di Indonesia," jelasnya.
Seperti diketahui, Merpati Nusantara Airlines merupakan maskapai penerbangan plat merah yang dikenal melayani rute perjalanan jalur perintis, terutama wilayah timur Indonesia. Namun saat ini, Merpati tidak bisa beroperasi secara normal karena terbebani utang yang besar.
(izz)
Lihat Juga :