Pemerintah harus perhatikan pelabuhan luar Jawa
Senin, 31 Maret 2014 - 16:27 WIB
Pemerintah harus perhatikan pelabuhan luar Jawa
A
A
A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pemerintah saat ini hanya terfokus pada perbaikan infrastruktur di wilayah sekitar pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sementara wilayah lain di luar Jawa juga membutuhkan perhatian pemerintah.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik Carmelita Hartoto mengatakan, aktivitas pelabuhan yang ada di Indonesia bukan hanya untuk keperluan ekspor dan impor. Karena itu, pemerintah tidak bisa hanya fokus pada pelabuhan Tanjung Priok.
"Pendistribusian barang di negara ini tidak mungkin tidak melibatkan pelabuhan. Kita harap pelabuhan yang efisien, kita harap ada alokasi dana pembangunan pelabuhan yang tidak hanya fokus untuk Tanjung Priok," katanya, Senin (31/3/2014).
Menurutnya, saat ini perbaikan infrastruktur hanya terfokus pada pelabuhan Tanjung Priok. Padahal, masih ada Papua atau Maluku yang juga harus dibenahi infrastrukturnya.
Karena, jika pelabuhan di wilayah timur Indonesia memiliki kondisi yang baik, maka proses pendistribusian barang ke wilayah tersebut bisa berjalan dengan baik. Pada akhirnya menghilangkan distorsi ekonomi antara barat dan timur Indonesia. Masyarakat di wilayah timur bisa merasakan harga barang yang sama dengan di wilayah Indonesia bagian barat.
"Itu yang kita harap, pemimpin yang pro distribusi, pro pemerataan, dan pro angkutan semua moda," ucap Carmelita.
Dia menuturkan, saat ini industri pelayaran nasional sudah menguasai 90 persen jalur pelayaran di Indonesia dengan kapal-kapal mereka. Namun transportasi laut belum menjangkau ke semua pelosok.
Hal itu yang diharapkan Kadin dengan pemerintahan yang baru nanti. "Pemimpin yang menghayati bahwa Indonesia adalah negara kepulauan," pungkas dia.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik Carmelita Hartoto mengatakan, aktivitas pelabuhan yang ada di Indonesia bukan hanya untuk keperluan ekspor dan impor. Karena itu, pemerintah tidak bisa hanya fokus pada pelabuhan Tanjung Priok.
"Pendistribusian barang di negara ini tidak mungkin tidak melibatkan pelabuhan. Kita harap pelabuhan yang efisien, kita harap ada alokasi dana pembangunan pelabuhan yang tidak hanya fokus untuk Tanjung Priok," katanya, Senin (31/3/2014).
Menurutnya, saat ini perbaikan infrastruktur hanya terfokus pada pelabuhan Tanjung Priok. Padahal, masih ada Papua atau Maluku yang juga harus dibenahi infrastrukturnya.
Karena, jika pelabuhan di wilayah timur Indonesia memiliki kondisi yang baik, maka proses pendistribusian barang ke wilayah tersebut bisa berjalan dengan baik. Pada akhirnya menghilangkan distorsi ekonomi antara barat dan timur Indonesia. Masyarakat di wilayah timur bisa merasakan harga barang yang sama dengan di wilayah Indonesia bagian barat.
"Itu yang kita harap, pemimpin yang pro distribusi, pro pemerataan, dan pro angkutan semua moda," ucap Carmelita.
Dia menuturkan, saat ini industri pelayaran nasional sudah menguasai 90 persen jalur pelayaran di Indonesia dengan kapal-kapal mereka. Namun transportasi laut belum menjangkau ke semua pelosok.
Hal itu yang diharapkan Kadin dengan pemerintahan yang baru nanti. "Pemimpin yang menghayati bahwa Indonesia adalah negara kepulauan," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :