Medco tahan penurunan produksi minyak hingga 7%

Rabu, 02 April 2014 - 15:02 WIB
Medco tahan penurunan...
Medco tahan penurunan produksi minyak hingga 7%
A A A
Sindonews.com - PT Medco Energi International Tbk (MEDC) berhasil mempertahankan penurunan produksi minyak sebesar 7 persen dari lapangan-lapangan yang saat ini dikelolanya.

Head Of Corporate Secretary Communication Medco Energi Imron Gazali mengatakan, rata-rata lapangan yang dikelola oleh Medco sudah tua atau berumur sekitar 30 tahunan. Bahkan biasanya laju produksi mencapai 20-25 persen per tahun.

“Tapi Medco berhasil menjaga penurunan di bawah 10 persen,” kata dia, di Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Adapun upaya yang dilakukan oleh Medco dalam menekan laju penurunan produksi, antara lain menambah sumur produksi, peningkatan produktivitas sumur, peningkatan efisiensi biaya, pemulihan factor recovery minyak dengan metode enchance oil recovery (EOR).

Segmen eksplorasi dan produksi minyak dan gas masih menjadi unit usaha utama medco yang berkontribusi sebesar 93 persen dari total pendapatan sebesar USD827 juta. Hal ini sejalan dengan strategi perseroan yang telah ditetapkan pada 2011 untuk fokus dalam usaha eksplorasi dan produksi migas.

Imron mengakui, pedapatan tahun 2013 menurun jika dibanding 2012. Medco mencatat penurunan pendapatan hingga 2 persen menjadi USD889 juta dibanding 2012 sebesar USD904 juta.

“Namun untuk produksinya, kami berhasil mencatat penurunan hingga 7 persen,” jelas dia.

Menurut dia, turunnya pendapatan karena total volume penjualan migas turun 7 persen atau mencapai 19 juta barel setara minyak (mboepd) selama 2013 dibanding volume penjualan 2012 sebesar 20,5 mboepd.

Tidak hanya itu, turunnya pendapatan Medco juga karena penurunan rata-rata harga minyak dunia dari USD115,6 per barel pada 2012 menjadi USD108,3 per barel pada 2013.

Terkait produksi gas, Imron mengatakan bahwa produksinya stabil. Bahkan, Medco berhasil melakukan negosiasi ulang dengan pembeli gas, sehingga harga gas naik sebesar 30 persen lebih tinggi.

Medco berhasil melakukan negosiasi ulang beberapa perpanjangan kontrak gas yang signifikan, yaitu dari harga rata-rata gas USD4,03 per MMBTU pada 2012 manjadi USD5,41 per MMBTU atau naik 34 persen.

“Kenaikan harga gas dipicu kestabilan produksi, sehingga perusahaan berhasil menaikan harga gas,” kata dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dukung Keandalan Listrik...
Dukung Keandalan Listrik Sumatera, GE Pasok Turbin Gas untuk PLTGU Riau
MedcoEnergi Dorong Investasi...
MedcoEnergi Dorong Investasi Hijau dalam Transisi Energi di Asia Tenggara
Harga Komoditas Mulai...
Harga Komoditas Mulai Pulih, Kinerja Medco Energi Membaik di Kuartal I/2021
PT Titis Sampurna Perkuat...
PT Titis Sampurna Perkuat Sektor Energi di Indonesia
Kuartal III-2023, MedcoEnergi...
Kuartal III-2023, MedcoEnergi Bukukan Laba Bersih Rp3,6 Triliun
Pengusaha Arifin Panigoro...
Pengusaha Arifin Panigoro Meninggal Dunia, Dirut Medco: Mohon Dimaafkan Bila Ada Salah
Berita Terkini
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
1 jam yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
2 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
11 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
12 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
15 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved