IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 4.848-4.925
Kamis, 03 April 2014 - 08:40 WIB
IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 4.848-4.925
A
A
A
Sindonews.com - Pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada rentang support 4.848-4.860 dan resisten 4.910-4.925.
Pola yang terbentuk hanging man dekati upper bollinger band (UBB). MACD masih mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, stochastic, dan William’s %R limited upreversal.
Berkaca pada perdagangan kemarin, laju IHSG sempat mampu melewati kisaran resisten 4.885-4.896, yang pada dasarnya mampu memberikan peluang kenaikan lanjutan. Akan tetapi, dengan tidak mampunya bertahan di zona positif karena maraknya profit taking memberikan sinyal pelemahan pada perdagangan hari ini.
"Potensi ini dapat berlanjut jika laju bursa saham AS berbalik melemah dan dikonfirmasi dengan turut berbalik arahnya laju bursa saham Asia," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (3/4/2014).
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, terlihat pasca mengalami kenaikan yang cukup signifikan, laju IHSG secara intraday perdagangan cenderung berkurang. Pelaku pasar seperti biasa memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk profit taking.
Padahal laju bursa saham Asia masih dalam zona hijau setelah merespon penguatan pada bursa saham AS dan Eropa sebelumnya setelah rilis kenaikan beberapa markit manufacturing dari sejumlah wilayah zona Eropa dan dibarengi dengan rilis kenaikan chain store sales WoW, economic optimism dan ISM manufacturing PMI AS.
Seperti biasa, pasca IHSG menguat terlalu signifikan dan meninggalkan utang gap diikuti dengan pelemahan dan pelaku pasar mewujudkan hal tersebut dengan melakukan aksi jual.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.902,11 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.857,68 jelang preclosing dan berakhir di level 4.870,21.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Dari luar negeri, laju bursa saham Asia mayoritas masih bertahan di zona hijau meski terdapat rilis negatif dari building permits MoM Australia yang turun di bawah estimasi.
Pelaku pasar masih merespon positif rilis beberapa data ekonomi AS yang memberikan penilaian masih berlanjutnya pemulihan ekonomi AS dan juga komentar the Fed yang mendukung pemulihan ekonomi tersebut.
Angin segar masih berhembus di bursa saham Eropa seiring dengan masih adanya rilis perkiraan naiknya kinerja dari beberapa emiten. Membaiknya PPI MoM zona Eropa yang diikuti dengan kenaikan GDP nya memberikan sentimen positif sehingga membuat laju bursa saham Eropa masih bertahan di zona hijau.
Laju bursa saham AS tidak jauh berbeda dengan pergerakan IHSG yang mulai berkurang penguatannya. Pelaku pasar mulai melakukan aksi jual setelah laju bursa saham AS mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Padahal dari sisi rilis MBA mortgage applications, factory orders MoM dan ADP employment change mengalami kenaikan, namun terhalangi oleh turunnya ISM NY index.
Pola yang terbentuk hanging man dekati upper bollinger band (UBB). MACD masih mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, stochastic, dan William’s %R limited upreversal.
Berkaca pada perdagangan kemarin, laju IHSG sempat mampu melewati kisaran resisten 4.885-4.896, yang pada dasarnya mampu memberikan peluang kenaikan lanjutan. Akan tetapi, dengan tidak mampunya bertahan di zona positif karena maraknya profit taking memberikan sinyal pelemahan pada perdagangan hari ini.
"Potensi ini dapat berlanjut jika laju bursa saham AS berbalik melemah dan dikonfirmasi dengan turut berbalik arahnya laju bursa saham Asia," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (3/4/2014).
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, terlihat pasca mengalami kenaikan yang cukup signifikan, laju IHSG secara intraday perdagangan cenderung berkurang. Pelaku pasar seperti biasa memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk profit taking.
Padahal laju bursa saham Asia masih dalam zona hijau setelah merespon penguatan pada bursa saham AS dan Eropa sebelumnya setelah rilis kenaikan beberapa markit manufacturing dari sejumlah wilayah zona Eropa dan dibarengi dengan rilis kenaikan chain store sales WoW, economic optimism dan ISM manufacturing PMI AS.
Seperti biasa, pasca IHSG menguat terlalu signifikan dan meninggalkan utang gap diikuti dengan pelemahan dan pelaku pasar mewujudkan hal tersebut dengan melakukan aksi jual.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.902,11 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.857,68 jelang preclosing dan berakhir di level 4.870,21.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Dari luar negeri, laju bursa saham Asia mayoritas masih bertahan di zona hijau meski terdapat rilis negatif dari building permits MoM Australia yang turun di bawah estimasi.
Pelaku pasar masih merespon positif rilis beberapa data ekonomi AS yang memberikan penilaian masih berlanjutnya pemulihan ekonomi AS dan juga komentar the Fed yang mendukung pemulihan ekonomi tersebut.
Angin segar masih berhembus di bursa saham Eropa seiring dengan masih adanya rilis perkiraan naiknya kinerja dari beberapa emiten. Membaiknya PPI MoM zona Eropa yang diikuti dengan kenaikan GDP nya memberikan sentimen positif sehingga membuat laju bursa saham Eropa masih bertahan di zona hijau.
Laju bursa saham AS tidak jauh berbeda dengan pergerakan IHSG yang mulai berkurang penguatannya. Pelaku pasar mulai melakukan aksi jual setelah laju bursa saham AS mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Padahal dari sisi rilis MBA mortgage applications, factory orders MoM dan ADP employment change mengalami kenaikan, namun terhalangi oleh turunnya ISM NY index.
(rna)
Lihat Juga :