Penahanan suku bunga turunkan kinerja impor

Jum'at, 04 April 2014 - 16:19 WIB
Penahanan suku bunga...
Penahanan suku bunga turunkan kinerja impor
A A A
Sindonews.com - Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah menilai, kebijakan moneter yang mempertahankan suku bunga acuan ditambah dengan tren penguatan nilai tukar juga memberi andil besar bagi penurunan kinerja impor.

"Hubungan resiprokal dari menguatnya fundamental ekonomi nasional dan sejumlah bauran kebijakan fiskal moneter merupakan cyclical effect yang akan terus ditingkatkan di masa-masa mendatang," uajrnya seperti dikutip dari situs Setkab, Jumat (4/4/2014).

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengakui, beberapa sentimen positif eksternal juga memberi dukungan bagi penguatan nilai tukar rupiah pada perdagangan beberapa hari terakhir. Namun, menurut dia, pengaruh itu bersifat komplimen dan temporer.

Terlepas dari sejumlah sentiment positif yang berasal dari eksternal, kata dia, apresiasi nilai tukar rupiah, inflasi yang terkendali, membaiknya neraca perdagangan-pembayaran, lebih dominan disebabkan penguatan fundamental ekonomi nasional.

"Dampak sentiment eksternal hanya bersifat sesaat dan relatif kecil pengaruhnya, khususnya bagi negara-negara dengan fundamental kuat. Sebaliknya, negara dengan fundamental ekonomi yang lemah atau rapuh akan relatif lebih rentan dari contagion effect dari sentiment eksternal," jelasnya.

Firmanzah meyakini, fundamental ekonomi nasional akan terus menguat di masa-masa mendatang seiring semakin atraktifnya pasar Indonesia. Namun dia mengingatkan, ekonomi Indonesia masih akan menghadapi ketidakpastian global dalam 3-5 tahun ke depan.

"Stabilitas Pemilu 2014 perlu kita jaga, koordinasi otoritas fiskal-moneter-sektor riil perlu terus kita tingkatkan. Kebijakan industrialisasi dan hilirisasi secara konsisten juga perlu kita lakukan," tuturnya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga perlu terus dipercepat, peningkatan produktivitas tenaga kerja dan sumber daya manusia, terus meningkatkan pengembangan dan pemanfaatan teknologi. Termasuk program-program pemberdayaan masyarakat dan UMKM juga perlu terus ditingkatkan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Diminta Wasapadai...
BI Diminta Wasapadai Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed
BI Kerek Suku Bunga...
BI Kerek Suku Bunga Acuan, Bank Diyakini Tak Tergoda Menaikkan Bunga Simpanan atau Kredit
Penurunan Suku Bunga...
Penurunan Suku Bunga Kredit Diramal Terus Berlanjut
OJK Dorong Transparansi...
OJK Dorong Transparansi Bank Soal Suku Bunga
Bank Indonesia Kembali...
Bank Indonesia Kembali Tahan Suku Bunga di Level 3,5%
BRI Turunkan Bunga Kredit,...
BRI Turunkan Bunga Kredit, Respons Cepat Tren Rendah Suku Bunga Acuan BI
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved