BI Diminta Wasapadai Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 27 Juli 2023 - 16:55 WIB
loading...
BI Diminta Wasapadai...
BI diminta memantau terus dampak dari kenaikan suku bunga The Fed. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekonom yang juga Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira meminta Bank Indonesia responsif terhadap keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve ( The Fed ) yang kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,25-5,5%.

Baca juga: Bank Indonesia Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%

"Saya pikir BI harus responsif, satu hal memang harus ada penyesuaian suku bunga, kebijakan suku bunga ini kan juga untuk menahan arus modal asing yang keluar. Tapi mungkin kenaikannya hanya 25 basis points (bps) harapannya pada bulan Agustus nanti," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (27/7/2023).

Dikatakan Bhima, kebijakan BI juga harus diimbangi kebijakan lainnya seperti yang saat ini sudah ada, yaitu mewajibkan devisa hasil ekspor (DHE) paling sedikit 30% yang wajib ditempatkan dalam sistem keuangan dalam negeri minimal tiga bulan dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan, dan/atau pengolahan sumber daya alam. Menurutnya, semua kebijakan yang saat ini ada itu harus didorong dan dimonitor secara terus-menerus.

Kedua, lanjutnya, Indonesia juga harus mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed akan berdampak pada biaya bunga, khususnya pinjaman valas yang akan semakin mahal. Katanya, kondisi itu juga bisa menimbulkan risiko pada sektor keuangan terutama pada perusahaan-perusahaan yang mungkin belum melakukan hedging terhadap utang luar negeri.

"Jadi BI dan OJK atau KSSK, harus stress test terus, harus melakukan antisipasi terhadap dampak masih agresifnya suku bunga The Fed ini terhadap stabilitas di sektor riil dan juga likuiditas perusahaan-perusahaan swasta yang memiliki kewajiban utang valas terutama yang utang valasnya jatuh tempo tahun ini dan tahun depan," tukasnya.

Sebelumnya, Bhima juga telah memproyeksikan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuannya dua sampai tiga kali hingga akhir 2023. "Ya jadi ancaman kenaikan (suku bunga) The Fed ini berarti masih ada ruang mereka akan menaikkan lagi misalnya dua sampai 3 kali lagi di akhir 2023 atau pada semester kedua nanti," jelasnya kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (27/7/2023)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Rekomendasi
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved