INSA: Pelayaran solid hadapi MEA 2015

Jum'at, 04 April 2014 - 17:13 WIB
INSA: Pelayaran solid...
INSA: Pelayaran solid hadapi MEA 2015
A A A
Sindonews.com - Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menyatakan bahwa pelaku industri pelayaran di Indonesia harus bersatu guna menghadapi pelaksanaan roadmap ASEAN Economic Community (AEC) yang akan diberlakukan pada 2015.

Hal itu disampaikan INSA menjawab pernyataan yang menamakan Namarin (The National Maritime Institute) yang dimuat www.sindonews.com, Rabu, (2/4/2014).

Tetapi INSA membantah pernyataan Namarin yang menyebutkan bahwa kondisi kepengurusan organisasi saat ini sedang tidak solid dan membantah program kerja tidak terealisasi.

“Selama ini, pengurus dan anggota INSA tetap solid dalam mengawal pelaksanaan asas cabotage di Indonesia serta UU No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran termasuk dalam mempersiapkan diri menghadapi AEC 2015,” kata Wakil Ketua Umum INSA, L Sudjatmiko, Jumat (4/4/2014).

Dia mengingatkan bahwa asas cabotage bukan milik industri pelayaran saja, tetapi milik masyarakat Indonesia baik dari kalangan industri galangan kapal, kepelabuhanan, usaha bongkar muat, perdagangan, logistik, jasa keuangan, asuransi, ekspor impor dan sebagainya.

Menurut dia, Namarin tidak mengetahui program kerja INSA dan tidak mengikuti perkembangan industri pelayaran nasional secara seksama sehingga pihaknya meragukan kapasitas dan integritas Namarin dalam membicarakan masalah industri pelayaran di Indonesia.

Terkait dengan industri galangan kapal, INSA menegaskan saat ini seharusnya galangan kapal sudah berkembang pesat karena pelayaran nasional makin mempercayai kegiatan pembangunan kapal baru dan reparasi pada galangan kapal nasional.

Bahkan sekarang, perusahaan pelayaran nasional lebih aktif membangun kapal-kapal yang syarat teknologi tinggi pada galangan nasional untuk memenuhi kontrak-kontrak dari SKK Migas dan PT Pertamina.

“Tentu sesuai dengan kapasitas dan kemampuan galangan yang tersedia di Indonesia,” ujar Sudjatmiko.

Dalam menghadapi AEC 2015, industri pelayaran nasional masih mengharapkan dukungan pemerintah berupa kebijakan fiskal dan moneter yang setara antara lain penghapusan PPN atas kegiatan bongkar muat barang pada jalur perdagangan luar negeri dan PPN atas pembelian BBM kapal serta infrastruktur penunjang seperti pelabuhan dengan tarif yang kompetitif dan efisien.

Sejauh ini, asas cabotage telah mampu mengangkat kemampuan kapal niaga nasional hingga tiga kali lipat sehingga saat ini, rangking kapal nasional dari sisi kapasitas terpasang di kawasan ASEAN naik menjadi rangking kedua dengan menyalip posisi Malaysia dan Thailand.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Masuk Kategori White...
Masuk Kategori White List Tokyo MoU, INSA Apresiasi Kinerja Pemerintah
INSA Makassar Gelar...
INSA Makassar Gelar RAC, Penambahan Call Kapal ke Pelabuhan Jadi Topik Utama
Zulkifli Zahril Terpilih...
Zulkifli Zahril Terpilih Pimpin DPC INSA Makassar
Terjepit, Sektor Pelayaran...
Terjepit, Sektor Pelayaran Butuh Stimulus Cepat dan Tepat
INSA: Maraknya Penangkapan...
INSA: Maraknya Penangkapan Kapal oleh Oknum Ganggu Logistik Laut
DPP INSA Minta Pemerintah...
DPP INSA Minta Pemerintah Tinjau Nasib Kapal Roro
Berita Terkini
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
36 menit yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
52 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
1 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
2 jam yang lalu
Infografis
Jerman akan Gelar Latihan...
Jerman akan Gelar Latihan Militer untuk Hadapi Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved