IHSG sepekan ini diproyeksi pada kisaran 4.783-4.906
Senin, 07 April 2014 - 09:57 WIB
IHSG sepekan ini diproyeksi pada kisaran 4.783-4.906
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini akan berada pada rentang support 4.783-4.828 dan resisten 4.879-4.906.
IHSG membentuk pola menyerupai shooting star di bawah upper bollinger bands. MACD mencoba bertahan naik dengan histogram positif yang turun. RSI, William's %R dan stochastic mulai berbalik turun.
"Meski sempat melewati kisaran target resisten 4.778-4.795, namun volume beli terindikasi berkurang dan terutama adanya utang gap 4.769-4.793, sehingga rawan pembalikan arah melemah," kata Reza, Senin (7/4/2014).
Dia menejlaskan, sepekan ini waktu transaksi juga berkurang dengan adanya pemilu awal dan antisipasi hasil rapat FOMC, sehingga tetap mewaspadai potensi pelemahan.
Untuk pekan ini, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen, antara lain AIG construction index, unemployment rate, employement change, & westpac consumer confidence Australia, house price index New Zealand.
Di sisi lain, current account & BoJ interest rate decision Jepang; New Yuan loans, balance of trade, inflation rate, & outstanding loan growth China; unemployment rate & interest rate decision Korea Selatan; industrial production, balance of trade, inflation rate, & current account Jerman.
Inflation rate & GDP growth rate zona Eropa; industrial & manufacturing production, balance of trade, & BoE interest rate decision Inggris; balance of trade, inflation, & industrial production Perancis.
Di samping itu, industrial production Italia; industrial production & inflation rate Spanyol, consumer credit change, NFIB business optimism index, redbook, MBA mortgage applications, wholesale inventories, FOMC minutes, initial jobless claims, ex-im price index, & chain store sales AS dan sejumlah informasi penting lainnya.
IHSG selama sepekan kemarin mengalami kenaikan 89,67 poin atau 1,88 persen. Angka itu lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang naik 68,06 poin 1,45 persen. Semua indeks utama menghijau dimana penguatan dipimpin indeks IDX30 (2,61 persen) diikuti indeks LQ45 (2,57 persen), indeks MBX (2,05 persen) dan indeks utama lainnya.
Sementara indeks sektoral mayoritas bergerak menguat kecuali indeks perkebunan yang mengalami pelemahan 1,11 persen. Adapun kenaikan dipimpin indeks aneka industri yang naik 4,50 persen diikuti indeks keuangan (3,22 persen), properti (3,19 persen), dan lainnya.
Sementara, bila menilik lajunya secara historikal, IHSG mampu bertahan menghijau sepanjang sepekan kemarin, meski pada akhir pekan kemarin laju IHSG terperosok ke zona merah, namun IHSG masih dapat tercatat menghijau.
Catatan hijaunya IHSG ini tidak terlepas dari respon positif berlebihan terhadap rilis neraca perdagangan dan inflasi yang lebih baik dari estimasi. Sepanjang pekan kemarin, asing masih tercatat nett buy sebesar Rp4 triliun atau lebih besar dari pekan sebelumnya senilai Rp1,99 triliun.
Jika dihitung sejak awal tahun (YTD), maka sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat nett buy Rp27 triliun yang melanjutkan nett buy pekan sebelumnya senilai Rp23 triliun.
IHSG membentuk pola menyerupai shooting star di bawah upper bollinger bands. MACD mencoba bertahan naik dengan histogram positif yang turun. RSI, William's %R dan stochastic mulai berbalik turun.
"Meski sempat melewati kisaran target resisten 4.778-4.795, namun volume beli terindikasi berkurang dan terutama adanya utang gap 4.769-4.793, sehingga rawan pembalikan arah melemah," kata Reza, Senin (7/4/2014).
Dia menejlaskan, sepekan ini waktu transaksi juga berkurang dengan adanya pemilu awal dan antisipasi hasil rapat FOMC, sehingga tetap mewaspadai potensi pelemahan.
Untuk pekan ini, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen, antara lain AIG construction index, unemployment rate, employement change, & westpac consumer confidence Australia, house price index New Zealand.
Di sisi lain, current account & BoJ interest rate decision Jepang; New Yuan loans, balance of trade, inflation rate, & outstanding loan growth China; unemployment rate & interest rate decision Korea Selatan; industrial production, balance of trade, inflation rate, & current account Jerman.
Inflation rate & GDP growth rate zona Eropa; industrial & manufacturing production, balance of trade, & BoE interest rate decision Inggris; balance of trade, inflation, & industrial production Perancis.
Di samping itu, industrial production Italia; industrial production & inflation rate Spanyol, consumer credit change, NFIB business optimism index, redbook, MBA mortgage applications, wholesale inventories, FOMC minutes, initial jobless claims, ex-im price index, & chain store sales AS dan sejumlah informasi penting lainnya.
IHSG selama sepekan kemarin mengalami kenaikan 89,67 poin atau 1,88 persen. Angka itu lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang naik 68,06 poin 1,45 persen. Semua indeks utama menghijau dimana penguatan dipimpin indeks IDX30 (2,61 persen) diikuti indeks LQ45 (2,57 persen), indeks MBX (2,05 persen) dan indeks utama lainnya.
Sementara indeks sektoral mayoritas bergerak menguat kecuali indeks perkebunan yang mengalami pelemahan 1,11 persen. Adapun kenaikan dipimpin indeks aneka industri yang naik 4,50 persen diikuti indeks keuangan (3,22 persen), properti (3,19 persen), dan lainnya.
Sementara, bila menilik lajunya secara historikal, IHSG mampu bertahan menghijau sepanjang sepekan kemarin, meski pada akhir pekan kemarin laju IHSG terperosok ke zona merah, namun IHSG masih dapat tercatat menghijau.
Catatan hijaunya IHSG ini tidak terlepas dari respon positif berlebihan terhadap rilis neraca perdagangan dan inflasi yang lebih baik dari estimasi. Sepanjang pekan kemarin, asing masih tercatat nett buy sebesar Rp4 triliun atau lebih besar dari pekan sebelumnya senilai Rp1,99 triliun.
Jika dihitung sejak awal tahun (YTD), maka sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat nett buy Rp27 triliun yang melanjutkan nett buy pekan sebelumnya senilai Rp23 triliun.
(rna)
Lihat Juga :