Ekonomi Asia Timur stabil tapi tetap ada risiko

Senin, 07 April 2014 - 15:13 WIB
Ekonomi Asia Timur stabil...
Ekonomi Asia Timur stabil tapi tetap ada risiko
A A A
Sindonews.com - Bank Dunia mengungkapkan, meski pertumbuhan ekonomi di Asia Timur diprediksi akan stabil, namun risiko terkait perkiraan perkembangan masa depan kawasan ini tetap berkisar.

"Pemulihan ekonomi maju yang lebih lambat dari perkiraan semula, peningkatan suku bunga dunia, dan peningkatan gejolak pada harga komoditas terkait ketegangan geo-politik di Eropa Timur baru-baru ini. Semua hal itu mengingatkan kita bahwa Asia Timur tetap rentan terhadap perkembangan dunia yang tidak kondusif," ujar Chief Economist Bank Dunia kawasan Asia Timur dan Pasifik, Bert Hofman, Senin (7/4/2014).

Di sisi lain, kata dia, seperti yang dapat dilihat dari episode "penurunan" tahun lalu, mata uang yang fleksibel akan membantu Asia Timur dalam menghadapi guncangan eksternal. Termasuk kemungkinan timbulnya masalah terkait alur modal.

Selain itu, hampir semua negara memiliki cadangan yang memadai dalam menghadapi guncangan perdagangan dan eksternal yang bersifat sementara.

"Untuk jangka waktu yang lebih panjang, agar dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan yang tinggi, negara berkembang di Asia Timur harus menggandakan upayanya dalam melaksanakan reformasi struktural guna meningkatkan potensi pertumbuhan yang telah dimiliki dan meningkatkan kepercayaan pasar," jelasnya.

Menurut dia, reformasi struktural adalah kunci dalam mengurangi kerentanan dan meningkatkan keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang.

"China sudah mengambil serangkaian langkah reformasi keuangan, akses ke pasar, mobilitas tenaga kerja, dan kebijakan fiskal, untuk meningkatkan efisiensi pertumbuhan dan mendorong peningkatan permintaan pasar," kata dia.

Upaya ini, sejalan dengan waktu akan memposisikan China pada pijakan yang lebih stabil, inklusif dan berkelanjutan. "Inisiatif yang telah diumumkan pemerintah China, seperti reformasi pajak dan penurunan ambang batas bagi investasi swasta, juga dapat mendorong pertumbuhan jangka pendek," pungkas Hofman.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Strategi Pemulihan...
5 Strategi Pemulihan Ekonomi ASEAN dari Dampak Covid-19
Ekonomi Asia Mulai Bangkit,...
Ekonomi Asia Mulai Bangkit, Bagaimana dengan Indonesia?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
China Conference: Southeast...
China Conference: Southeast Asia 2026 Perkuat Peran Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Regional
IMF: Jika Ekonomi Global...
IMF: Jika Ekonomi Global Terbelah, Asia Jadi Pecundang Terbesar
Tarif Trump Pukul Ekonomi...
Tarif Trump Pukul Ekonomi Asia, Siapa Paling Parah?
Berita Terkini
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
6 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
48 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
56 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Infografis
Negara Asia dan Timur...
Negara Asia dan Timur Tengah yang Pernah Gunakan Sistem Komunis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved