Anak usaha ABMM raih kontrak USD7,3 juta
Kamis, 10 April 2014 - 17:52 WIB
Anak usaha ABMM raih kontrak USD7,3 juta
A
A
A
Sindonews.com - PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya, PT Cipta Kridatama (CK) memperoleh kontrak penyewaan alat berat dengan PT Multi Harapan Utama (MHU) selama lima tahun senilai USD7,3 juta.
Melalui kontrak tersebut, CK akan memberikan layanan penyewaan alat berat untuk dua sub block tambang batu bara MHU yang terletak di Tanjung Laung dan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Kontrak ini merupakan bagian dari kerja sama CK dan MHU selama lima tahun untuk pekerjaan kontraktor pertambangan batu bara untuk dua sub block tambang MHU di Kalimantan Timur.
Tambang MHU memiliki kualitas batu bara yang beragam (multi rank) dari kalori menengah hingga kalori tinggi dengan cadangan batu bara yang besar.
"Di tengah kondisi industri tambang batu bara yang menantang saat ini, kami mampu untuk meningkatkan utilisasi alat berat melalui kerja sama dengan MHU. Hal ini akan sangat berdampak positif bagi perusahaan, karena selain memaksimalkan utilisasi alat berat, kontrak baru ini akan berkontribusi dalam memperkuat kinerja perusahaan," kata Direktur Utama PT Cipta Kridatama Yovie Priadi dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Yovie mengatakan, bahwa perubahan bisnis di industri batu bara yang sangat dinamis akibat gejolak perekonomian global, telah mendorong perusahaan melakukan inisiatif-inisiatif baru guna mempertahankan kinerja agar tetap positif.
Sejumlah inisiatif tersebut diantaranya dengan melakukan sinergi dengan entitas bisnis lainnya di ABMM dan fokus pada proyek-proyek tambang batu bara berskala menengah-besar.
Melalui strategi tersebut, selama 2013 CK berhasil menjaga momentum pertumbuhan bisnisnya dan mampu mengantongi beberapa kontrak baru senilai total lebih kurang USD839,27 juta.
"Kami bersyukur kinerja CK tetap tumbuh secara positif di tengah situasi bisnis batu bara yang kurang kondusif akibat gejolak perekonomian global dan tekanan ekonomi domestik. Kami percaya dengan strategi yang sudah dikembangkan perusahaan, kinerja CK akan tetap solid sehingga dapat berkontribusi positif terhadap ABMM," jelas Yovie.
Kontrak-kontrak jasa penambangan batu bara yang diperoleh CK selama 2013 meliputi sejumlah pekerjaan termasuk pengupasan lapisan pucuk tanah dan tanah penutup sekitar 344 juta bcm, pembangunan dan perawatan jalan menuju lokasi pertambangan hingga sewa menyewa alat berat. Periode kontrak-kontrak tersebut berkisar antara 1-5 tahun.
Untuk terus mendorong pertumbuhan bisnisnya di 2014, Yovie melanjutkan, CK akan terus memperkuat bisnis proses perusahaan. Sehingga nilai kompetitif perusahaan akan semakin meningkat.
Beberapa inisiatif baru yang akan dilakukan diantaranya mendorong efisiensi dalam proses produksi, melakukan diversifikasi portofolio layanan dan melakukan pendekatan ke pertambangan besar yang belum dikembangkan sebagai target klien baru.
Melalui kontrak tersebut, CK akan memberikan layanan penyewaan alat berat untuk dua sub block tambang batu bara MHU yang terletak di Tanjung Laung dan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Kontrak ini merupakan bagian dari kerja sama CK dan MHU selama lima tahun untuk pekerjaan kontraktor pertambangan batu bara untuk dua sub block tambang MHU di Kalimantan Timur.
Tambang MHU memiliki kualitas batu bara yang beragam (multi rank) dari kalori menengah hingga kalori tinggi dengan cadangan batu bara yang besar.
"Di tengah kondisi industri tambang batu bara yang menantang saat ini, kami mampu untuk meningkatkan utilisasi alat berat melalui kerja sama dengan MHU. Hal ini akan sangat berdampak positif bagi perusahaan, karena selain memaksimalkan utilisasi alat berat, kontrak baru ini akan berkontribusi dalam memperkuat kinerja perusahaan," kata Direktur Utama PT Cipta Kridatama Yovie Priadi dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Yovie mengatakan, bahwa perubahan bisnis di industri batu bara yang sangat dinamis akibat gejolak perekonomian global, telah mendorong perusahaan melakukan inisiatif-inisiatif baru guna mempertahankan kinerja agar tetap positif.
Sejumlah inisiatif tersebut diantaranya dengan melakukan sinergi dengan entitas bisnis lainnya di ABMM dan fokus pada proyek-proyek tambang batu bara berskala menengah-besar.
Melalui strategi tersebut, selama 2013 CK berhasil menjaga momentum pertumbuhan bisnisnya dan mampu mengantongi beberapa kontrak baru senilai total lebih kurang USD839,27 juta.
"Kami bersyukur kinerja CK tetap tumbuh secara positif di tengah situasi bisnis batu bara yang kurang kondusif akibat gejolak perekonomian global dan tekanan ekonomi domestik. Kami percaya dengan strategi yang sudah dikembangkan perusahaan, kinerja CK akan tetap solid sehingga dapat berkontribusi positif terhadap ABMM," jelas Yovie.
Kontrak-kontrak jasa penambangan batu bara yang diperoleh CK selama 2013 meliputi sejumlah pekerjaan termasuk pengupasan lapisan pucuk tanah dan tanah penutup sekitar 344 juta bcm, pembangunan dan perawatan jalan menuju lokasi pertambangan hingga sewa menyewa alat berat. Periode kontrak-kontrak tersebut berkisar antara 1-5 tahun.
Untuk terus mendorong pertumbuhan bisnisnya di 2014, Yovie melanjutkan, CK akan terus memperkuat bisnis proses perusahaan. Sehingga nilai kompetitif perusahaan akan semakin meningkat.
Beberapa inisiatif baru yang akan dilakukan diantaranya mendorong efisiensi dalam proses produksi, melakukan diversifikasi portofolio layanan dan melakukan pendekatan ke pertambangan besar yang belum dikembangkan sebagai target klien baru.
(izz)
Lihat Juga :