BNI siap tambah 11 outlet dan 289 ATM di Surabaya
Senin, 14 April 2014 - 16:58 WIB
BNI siap tambah 11 outlet dan 289 ATM di Surabaya
A
A
A
Sindonews.com - CEO PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Wilayah Surabaya Dasuki Amsir menungkapkan, BNI sedang fokus terhadap cusumer dan retail banking serta business banking. BNI kantor wilayah Surabaya akan menambah outlet sebanyak 11 unit dan ATM sebanyak 289 unit hingga Desember 2014.
Jika ditotal, maka seluruh outlet yang dimiliki BNI sebanyak 172 unit yang terdiri dari kantor cabang utama, kantor layanan dan kantor kas dengan total ATM mencapai 1.767 unit. Penambahan ini bertujuan supaya bisa menambah pelayanan yang lebih baik.
Selain itu, demi menggenjot pendapatan BNI, sekarang BNI telah melakukan kerja sama dengan developer-developer besar di Kota Surabaya, di antaranya Citraland, Sinar Mas Group, Ciputra, Intiland, dan Galaxi.
Dengan kerja sama ini, BNI berharap akan ada peningkatan sektor KPR pada 2014 sebesar 27 persen. “Kami sudah memprediksi, peluang meningkatkan pendapatan sangat besar, salah satunya melalui kerjasama dengan developer,” beber dia setelah acara Workshop BNI Media Gathering 2014 di Hotel Tunjungan, Surabaya, Senin (14/4/2014).
BNI, lanjut dia, memprioritaskan pengkredit rumah pertama. Artinya, pengkredit sudah tidak memiliki tanggungan apapun dalam bisnis rumah. Mereka bisa menyetorkan DP atau uang muka sebesar 30-40 persen. Ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian yang dilakukan BNI dalam menyalurkan dana.
Jika ditotal, maka seluruh outlet yang dimiliki BNI sebanyak 172 unit yang terdiri dari kantor cabang utama, kantor layanan dan kantor kas dengan total ATM mencapai 1.767 unit. Penambahan ini bertujuan supaya bisa menambah pelayanan yang lebih baik.
Selain itu, demi menggenjot pendapatan BNI, sekarang BNI telah melakukan kerja sama dengan developer-developer besar di Kota Surabaya, di antaranya Citraland, Sinar Mas Group, Ciputra, Intiland, dan Galaxi.
Dengan kerja sama ini, BNI berharap akan ada peningkatan sektor KPR pada 2014 sebesar 27 persen. “Kami sudah memprediksi, peluang meningkatkan pendapatan sangat besar, salah satunya melalui kerjasama dengan developer,” beber dia setelah acara Workshop BNI Media Gathering 2014 di Hotel Tunjungan, Surabaya, Senin (14/4/2014).
BNI, lanjut dia, memprioritaskan pengkredit rumah pertama. Artinya, pengkredit sudah tidak memiliki tanggungan apapun dalam bisnis rumah. Mereka bisa menyetorkan DP atau uang muka sebesar 30-40 persen. Ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian yang dilakukan BNI dalam menyalurkan dana.
(gpr)
Lihat Juga :