Penjualan rumah di Singapura Maret turun 83%

Selasa, 15 April 2014 - 13:32 WIB
Penjualan rumah di Singapura...
Penjualan rumah di Singapura Maret turun 83%
A A A
Sindonews.com - Penjualan rumah di Singapura pada Maret turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir, karena harga perumahan swasta pada kuartal pertama turun terbesar dalam lima tahun terakhir.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (15/4/2014), berdasarkan data dari Urban Redevelopment Authority yang dirilis hari ini, penjualan rumah turun 83 persen menjadi 480 unit pada bulan lalu dibandingkan dengan 2.793 pada periode yang sama tahun lalu. Data tersebut menunjukkan bahwa penjualan turun 35 persen dari Februari.

Pemerintah memperkenalkan langkah-langkah pinjaman pada Juni karena adanya kampanye yang dimulai pada 2009 untuk mengekang spekulasi di kota Asia Tenggara.

"Dengan pembatasan di tempat, pembeli menjadi lebih sensitif terhadap harga dan selektif. Penurunan penjualan akan menjadi norma baru," kata Nicholas Mak, seorang direktur eksekutif di SLP International Konsultan Properti di Singapura.

Di antara para pengembang yang mulai melakukan penjualan atas proyek-proyek mereka adalah Metallurgical Corp unit China MCC Land (Singapore) Pte yang terjual 76 dari 597 unit yang dipasarkan di perusahaan Santorini.

Indeks harga rumah swasta turun 1,3 persen menjadi 211,6 poin dalam tiga bulan yang berakhir 31 Maret, menyusul penurunan 0,9 persen dalam periode tiga bulan sebelumnya, menurut data awal yang dirilis URA pada 1 April. Penurunan terbaru adalah terbesar sejak Juni 2009.

Otoritas Moneter Singapura pada Juni lalu mengatakan, dalam kerangka pinjaman, pemberi pinjaman harus mempertimbangkan utang peminjam ketika pemberian gadai. Kredit rumah seharusnya tidak menyebabkan rasio total utang melayani peminjam naik di atas 60 persen.

Pertumbuhan KPR sebesar 8,4 persen pada Februari adalah laju paling lambat sejak Juli 2007, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg berdasarkan angka MAS.

Singapura adalah kota paling mahal untuk membeli sebuah rumah mewah di Asia setelah Hong Kong, broker properti Knight Frank LLP mengatakan dalam sebuah laporan kekayaan bulan lalu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PM Singapura Akan Serahkan...
PM Singapura Akan Serahkan Kepemimpinan PAP Kepada Lawrence Wong
Singapore Dream Sudah...
Singapore Dream Sudah Mengalami Pergeseran, Apa Pemicunya?
Pemilu Singapura seperti...
Pemilu Singapura seperti Sandiwara, Hanya Melanggengkan Kekuasaan PAP
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
60 Tahun Merdeka, Berikut...
60 Tahun Merdeka, Berikut 5 Tantangan yang Menghantui Singapura
Takut Dilanda Kerusuhan,...
Takut Dilanda Kerusuhan, Singapura Tolak Masuk Aktivis Hong Kong
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
10 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
34 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved