Tarif listrik industri naik awal Mei

Rabu, 16 April 2014 - 16:00 WIB
Tarif listrik industri...
Tarif listrik industri naik awal Mei
A A A
Sindonews.com - Pemerintah akan menyesuaikan tarif dasar listrik (TDL) bagi pelanggan industri I3 dengan daya di atas 200 kilovolt ampere (kVA) yang berbentuk perusahaan terbuka dan I4 dengan daya di atas 30 ribu kVA.

Aturan penyesuaian tarif listrik tersebut telah diterbitkan berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 9/2014 tentang Tarif Tenaga listrik yang disediakan oleh PT PLN (persero). Penyesuaian tarif listrik dilaksanakan setiap bulan berdasarkan faktor yang mempengaruhi penyesuan tarif tersebut.

Adapun faktor yang mempengaruhi biaya pokok penyediaan tarif listrik adalah nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) dan inflasi. Penyesuan TDL dimaksudkan agar subsidi listrik tepat sasaran dan penyesuaian TDL telah disetujui oleh DPR.

Permen ESDM menyebutkan, kenaikan TDL industri besar dilakukan dalam empat kali, yakni 1 Mei, 1 Juli, 1 September dan 1 November 2014. Sesuai kesepakatan besaran kenaikan TDL setiap dua bulan mencapai 8,6 persen untuk pelanggan I3. Sedangkan untuk pelanggan I4 mencapai 13,3 persen.

“Akhir (bulan) nanti tarif untuk golongan I3 berbentuk perusahaan terbuka dan I4 sudah mencapai tarif keekonomian,” kata Direktur Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman di Jakarta, Rabu (16/4/2014).

Jarman menjelaskan, konsumen industri I3 yang berstatus sebagai perusahaan terbuka sebanyak 370 perusahaan dan I4 sekitar 60 perusahaan.

Adapun perusahaan yang masuk golongan I3 berstatus terbuka, antara lain, PT Gudang Garam, PT Gajah Tunggal dan PT Astra Internasional. Sementara perusahaan golongan I4, antara lain terdiri dari pabrik baja dan semen.

Tidak hanya golongan industri, aturan yang sama juga diterapkan bagi golonan pelanggan rumah tangga besar (R3) dengan daya 6.600 voltampere (VA) hingga 200 kVa kemudian golongan bisnis besar (B-3) dengan daya di atas 200 kVA dan golongan pelanggan kantor pemerintah, sedang (P-1) dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diskon Tarif Listrik...
Diskon Tarif Listrik Sebabkan Deflasi Januari 2025
Jawaban Bahlil Soal...
Jawaban Bahlil Soal Kemungkinan Diskon Tarif Listrik di 2026
Penyesuaian Tarif Listrik...
Penyesuaian Tarif Listrik bagi Golongan Mampu Berlaku Juli Mendatang
Resmi, Ini Rincian Tarif...
Resmi, Ini Rincian Tarif Listrik Terbaru per Oktober-Desember 2024
10 Negara dengan Tarif...
10 Negara dengan Tarif Listrik Termahal di Dunia
Kabar Baik, Tarif Listrik...
Kabar Baik, Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir Tahun 2025
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Diskon Tarif Tol Lebaran...
Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Sampai 30%, Cek Tanggal Berlakunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved