BDMN raih laba bersih Rp875 M di kuartal I/2014
Rabu, 16 April 2014 - 19:11 WIB
BDMN raih laba bersih Rp875 M di kuartal I/2014
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp875 miliar pada kuartal I/2014.
Chief Financial Officer dan Direktur Danamon, Vera Eve Lim menjelaskan, kinerja di akhir Maret 2014 didukung penyaluran kredit mass market yang tumbuh 6 persen secara year on year menjadi Rp70,4 trliun.
Sementara itu, kredit non mass market, yang terdiri dari antara lain, kredit ke segmen usaha kecil dan menengah, komersial, dan wholesale, membukukan pertumbuhan sebesar 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp65,5 triliun.
Dia mengatakan, pertumbuhan kredit Danamon didukung oleh pertumbuhan kredit kepada segmen mass market, yang berkontribusi sebesar 52 persen dari total kredit.
"Kredit mass market mencakup kredit melalui DSP kepada nasabah wirausahawan mikro, kredit kepemilikan kendaraan bermotor melalui Adira Finance dan kredit perabotan rumah tangga (durable goods) melalui Adira Kredit," ujarnya dalam siaran pers hari ini.
Untuk pertumbuhan kredit per segmen usaha, kredit terhadap segmen usaha kecil dan menengah (UKM) tumbuh 15 persen menjadi Rp21,3 triliun, kredit untuk segmen usaha mikro melalui DSP tumbuh sebesar 4 persen dibandingkan kuartal I/2013 menjadi Rp20 triliun.
Secara keseluruhan, kredit Danamon kepada segmen UMKM tumbuh 9 persen menjadi Rp41,4 triliun atau 30 persen dari total kredit Danamon. Selain itu, kredit ke segmen komersial tumbuh 29 persen dibandingkan kuartal I/2013 menjadi Rp16,3 triliun.
Sementara kredit kepada segmen wholesale tumbuh sebesar 46 persen menjadi Rp18,6 triliun. Pada kuartal I/2014, kredit kendaraan bermotor melalui Adira Finance sebesar Rp48,5 triliun, atau tumbuh 8 persen dibandingkan kuartal I/2013.
"Pertumbuhan kredit Danamon disertai oleh kualitas aset yang membaik. Rasio non performing loans (NPL) yang berada pada posisi 1,9 persen pada akhir Maret 2014, membaik secara signifikan dibandingkan 2,5 persen pada periode sama tahun sebelumnya," pungkas dia.
Chief Financial Officer dan Direktur Danamon, Vera Eve Lim menjelaskan, kinerja di akhir Maret 2014 didukung penyaluran kredit mass market yang tumbuh 6 persen secara year on year menjadi Rp70,4 trliun.
Sementara itu, kredit non mass market, yang terdiri dari antara lain, kredit ke segmen usaha kecil dan menengah, komersial, dan wholesale, membukukan pertumbuhan sebesar 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp65,5 triliun.
Dia mengatakan, pertumbuhan kredit Danamon didukung oleh pertumbuhan kredit kepada segmen mass market, yang berkontribusi sebesar 52 persen dari total kredit.
"Kredit mass market mencakup kredit melalui DSP kepada nasabah wirausahawan mikro, kredit kepemilikan kendaraan bermotor melalui Adira Finance dan kredit perabotan rumah tangga (durable goods) melalui Adira Kredit," ujarnya dalam siaran pers hari ini.
Untuk pertumbuhan kredit per segmen usaha, kredit terhadap segmen usaha kecil dan menengah (UKM) tumbuh 15 persen menjadi Rp21,3 triliun, kredit untuk segmen usaha mikro melalui DSP tumbuh sebesar 4 persen dibandingkan kuartal I/2013 menjadi Rp20 triliun.
Secara keseluruhan, kredit Danamon kepada segmen UMKM tumbuh 9 persen menjadi Rp41,4 triliun atau 30 persen dari total kredit Danamon. Selain itu, kredit ke segmen komersial tumbuh 29 persen dibandingkan kuartal I/2013 menjadi Rp16,3 triliun.
Sementara kredit kepada segmen wholesale tumbuh sebesar 46 persen menjadi Rp18,6 triliun. Pada kuartal I/2014, kredit kendaraan bermotor melalui Adira Finance sebesar Rp48,5 triliun, atau tumbuh 8 persen dibandingkan kuartal I/2013.
"Pertumbuhan kredit Danamon disertai oleh kualitas aset yang membaik. Rasio non performing loans (NPL) yang berada pada posisi 1,9 persen pada akhir Maret 2014, membaik secara signifikan dibandingkan 2,5 persen pada periode sama tahun sebelumnya," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :