Kuartal I/2014 AALI bukukan laba bersih Rp784 M
Kamis, 17 April 2014 - 19:13 WIB
Kuartal I/2014 AALI bukukan laba bersih Rp784 M
A
A
A
Sindonews.com – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sepanjang kuartal I/2014 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp784,61 miliar. Perolehan tersebut meningkat signifikan hingga 120,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp356,36 miliar.
Presiden Direktur AALI, Widya Wiryawan mengatakan peningkatan laba bersih didukung dengan tumbuhnya pendapatan perseroan disepanjang tiga bulan pertama tahun ini.
Emiten produsen kelapa sawit tersebut mencatat pendapatan sebesar Rp3,73 triliun atau naik 37,13 persen dibandingkan kuartal I/2013 sebesar Rp2,72 triliun.
“Peningkatan kinerja keuangan tersebut disebabkan oleh naiknya harga rata-rata minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebesar 38 persen menjadi Rp8.949 per kilogram. Selain itu, adanya laba selisih kurs akibat menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD),” kata Widya usai menghadiri rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta, Kamis (17/4/2014).
Menurut dia, produksi tandan buah segar (TBS) hingga akhir Maret 2014 mencapai 1,28 juta ton atau naik 5,78 persen dari sebelumnya sebanyak 1,21 juta ton. Sedangkan penjualan CPO diperiode yang sama mencapai 314.211 ton, dan untuk penjualan olein mencapai 40.799 ton.
Peningkatan produksi TBS tersebut dan pembelian TBS dari pihak eksternal selama kuartal pertama 2014 sebesar 889.315 ton atau naik 31,9 persen. Sehingga mendorong kenaikan produksi CPO sebesar 14,6 persen jadi 403.383 ton.
“Produksi CPO tersebut berasal dari area Sumatera sebesar 163.601 ton, Kalimantan 157.150 ton dan Sulawesi sebesar 82.632 ton,” jelas Widya.
Untuk diketahui, sepanjang kuartal I/2014 beban pokok pendapatan naik menjadi Rp2,52 triliun dari beban pokok pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2 triliun dan laba bruto naik menjadi Rp1,21 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp714,29 miliar.
Perseroan juga mencatat keuntungan selisih kurs sebesar Rp165,73 miliar dibandingkan rugi selisih kurs tahun sebelumnya yang berada diangka Rp3,28 miliar. Hal ini membuat beban lain-lain turun menjadi Rp81,79 miliar dari beban lain-lain tahun sebelumnya Rp236,38 miliar.
Dengan demikian, laba sebelum pajak penghasilan menjadi Rp1,13 triliun dibandingkan dengan laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang hanya Rp477,91 miliar. Total aset perseroan hingga Desember 2013 mencapai Rp16,17 triliun naik dari total aset per Desember 2012 berada di angka Rp14,96 triliun.
Presiden Direktur AALI, Widya Wiryawan mengatakan peningkatan laba bersih didukung dengan tumbuhnya pendapatan perseroan disepanjang tiga bulan pertama tahun ini.
Emiten produsen kelapa sawit tersebut mencatat pendapatan sebesar Rp3,73 triliun atau naik 37,13 persen dibandingkan kuartal I/2013 sebesar Rp2,72 triliun.
“Peningkatan kinerja keuangan tersebut disebabkan oleh naiknya harga rata-rata minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebesar 38 persen menjadi Rp8.949 per kilogram. Selain itu, adanya laba selisih kurs akibat menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD),” kata Widya usai menghadiri rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta, Kamis (17/4/2014).
Menurut dia, produksi tandan buah segar (TBS) hingga akhir Maret 2014 mencapai 1,28 juta ton atau naik 5,78 persen dari sebelumnya sebanyak 1,21 juta ton. Sedangkan penjualan CPO diperiode yang sama mencapai 314.211 ton, dan untuk penjualan olein mencapai 40.799 ton.
Peningkatan produksi TBS tersebut dan pembelian TBS dari pihak eksternal selama kuartal pertama 2014 sebesar 889.315 ton atau naik 31,9 persen. Sehingga mendorong kenaikan produksi CPO sebesar 14,6 persen jadi 403.383 ton.
“Produksi CPO tersebut berasal dari area Sumatera sebesar 163.601 ton, Kalimantan 157.150 ton dan Sulawesi sebesar 82.632 ton,” jelas Widya.
Untuk diketahui, sepanjang kuartal I/2014 beban pokok pendapatan naik menjadi Rp2,52 triliun dari beban pokok pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2 triliun dan laba bruto naik menjadi Rp1,21 triliun dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp714,29 miliar.
Perseroan juga mencatat keuntungan selisih kurs sebesar Rp165,73 miliar dibandingkan rugi selisih kurs tahun sebelumnya yang berada diangka Rp3,28 miliar. Hal ini membuat beban lain-lain turun menjadi Rp81,79 miliar dari beban lain-lain tahun sebelumnya Rp236,38 miliar.
Dengan demikian, laba sebelum pajak penghasilan menjadi Rp1,13 triliun dibandingkan dengan laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang hanya Rp477,91 miliar. Total aset perseroan hingga Desember 2013 mencapai Rp16,17 triliun naik dari total aset per Desember 2012 berada di angka Rp14,96 triliun.
(gpr)
Lihat Juga :