Program kerja TPID harus terus diselaraskan

Senin, 21 April 2014 - 12:15 WIB
Program kerja TPID harus...
Program kerja TPID harus terus diselaraskan
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) bersama Kementrian Koordinator bidang Perekonomian dan Kementrian Dalam Negeri melakukan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian mengenai koordinasi pengendalian inflasi daerah.

Acara yang dihadiri Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mendagri Gamawan Fauzi dan pejabat BI ini, membahas mengenai laporan beberapa pokok nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama, serta persiapan rakornas Tim Pelaksana Inflasi Daerah (TPID).

"Pertemuan ini tindak lanjut dari keputusan tim pengendali inflasi daerah pada 6 Desember 2013," kata Deputi I Kemenko Perekonomian Bobi Hamzar Rafinus di Gedung BI, Senin (21/4/2014).

Menurutnya, mulai 2013 pembentukan TPID di daerah telah memiliki dasar hukum dengan terbitnya instruksi Menteri Dalam Negeri No 27 tanggal 2 April 2013.

Instruksi ini tentang menjaga keterjangkauan barang dan jasa di daerah yang ditujukan kepada semua kepala daerah. Dengan terbitnya instruksi ini akan terjadi akselerasi pembentukan TPID.

Sehingga, sampai akhir Maret 2014 telah terbentuk 200 TPID, yakni sebanyak 33 untuk TPID Provinsi dan 167 TPID Kabupaten/Kota.

"Dengan memperhatikan jumlah tersebut, pokja TPID akan terus melakukan penguatan koordinasi dengan seluruh TPID melalui penyelarasan program kerja TPID dan pengembangan proses bisnis antara pokjanas TPID dan TPID. Sehingga terpadu dengan proses pengembangan daerah," jelas Bobi.

Dalam nota kesepahaman dan perjanjian yang akan ditandatangani ini, telah dilakukan beberapa penyesuaian dari MoU dan PKS terdahulu dengan memperhatikan perkembangan terkini dan rencana kegiatan pokjarnas TPID ke depan.

"Kami merencanakan perlunya penguatan koordinasi program TPID dengan mengantisipasi jumlah TPID yang bertambah banyak. Kemudian perlunya penyesuaian ruang lingkup dan tujuan MoU dan PKS untuk memayungi berbagai macam kegiatan pokjarnas TPID sebagaimana yang dilakukan," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
5 Jurus Prabowo Percepat...
5 Jurus Prabowo Percepat Penciptaan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved