ISBT siapkan belanja modal Rp800 M
Senin, 21 April 2014 - 19:56 WIB
ISBT siapkan belanja modal Rp800 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) emiten menara telekomunikasi tersebut mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp800 miliar sepanjang tahun ini.
Chief Finance Officer IBST, Stefanus Sudyatmiko mengatakan dana tersebut rencananya akan digunakan perseroan untuk menambah kepemilikan menara Base Transceiver Station (BTS) hingga akhir tahun.
"Rencananya kami memang akan membangun 600-700 menara BTS baru tahun ini. Saat ini, kami memiliki 2104 menara," kata Stefanus Sudyatmiko usai menghadiri rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan di Jakarta, Senin (21/4/2014).
Lebih lanjut dia menjelaskan, dana investasi tahun ini berasal dari campuran antara penawaran umum terbatas I atau Rights Issue dan kas internal. Untuk diketahui, perseroan hari ini telah mengantongi izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemegang saham untuk aksi korporasi rights issue tersebut.
"Porsinya, sekitar Rp600 miliar akan berasal dari dana rights issue, serta sisanya dari kas internal," tambah dia.
Menurut Stefanus, perseroannya juga telah menganggarkan dana untuk akusisi sejumlah menara yang prospektif. Meski demikian, dia masih enggan menyebutkan berapa target jumlah menara dan dana yang disiapkan.
"Rencana akuisisi pasti ada, tapi tidak bisa kita targetkan, dan biayanya pun belum bisa dipublikasikan," kata dia.
Seiring dengan penambahan menara baru di tahun ini, dia juga menambahkan kalau perseroan juga menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 30 persen di sepanjang 2014 ini.
Chief Finance Officer IBST, Stefanus Sudyatmiko mengatakan dana tersebut rencananya akan digunakan perseroan untuk menambah kepemilikan menara Base Transceiver Station (BTS) hingga akhir tahun.
"Rencananya kami memang akan membangun 600-700 menara BTS baru tahun ini. Saat ini, kami memiliki 2104 menara," kata Stefanus Sudyatmiko usai menghadiri rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan di Jakarta, Senin (21/4/2014).
Lebih lanjut dia menjelaskan, dana investasi tahun ini berasal dari campuran antara penawaran umum terbatas I atau Rights Issue dan kas internal. Untuk diketahui, perseroan hari ini telah mengantongi izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemegang saham untuk aksi korporasi rights issue tersebut.
"Porsinya, sekitar Rp600 miliar akan berasal dari dana rights issue, serta sisanya dari kas internal," tambah dia.
Menurut Stefanus, perseroannya juga telah menganggarkan dana untuk akusisi sejumlah menara yang prospektif. Meski demikian, dia masih enggan menyebutkan berapa target jumlah menara dan dana yang disiapkan.
"Rencana akuisisi pasti ada, tapi tidak bisa kita targetkan, dan biayanya pun belum bisa dipublikasikan," kata dia.
Seiring dengan penambahan menara baru di tahun ini, dia juga menambahkan kalau perseroan juga menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 30 persen di sepanjang 2014 ini.
(gpr)
Lihat Juga :