Presdir BCA cuek sahamnya turun

Selasa, 22 April 2014 - 16:21 WIB
Presdir BCA cuek sahamnya...
Presdir BCA cuek sahamnya turun
A A A
Sindonews.com - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengaku tidak memusingkan harga saham BBCA yang anjlok akibat kasus perpajakan 1999 yang melibatkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo.

"Saya kira harga saham naik turun itu hal biasa. Setiap hari selalu naik turun," ungkap dia di Jakarta, Selasa (22/4/2014).

Menurutnya, sumber permasalahan terdapat pada koreksi terkait dengan transaksi pengalihan aset termasuk jaminan sebesar Rp5,77 triliun yang dilakukan dengan proses jual beli dengan BPPN yang tertuang dalam Perjanjian Jual Beli dan Penyerahan Piutang.

Hal tersebut, kata dia, telah dilakukan sejalan dengan instruksi Menteri Keuangan (Menkeu) dan Gubernur Bank Indonesia (BI) tanggal 26 Maret 1999.

"Atas dasar dua surat dari Menkeu, di mana kepemilikan pemerintah masih 92,8 persen. Ada juga surat Gubernur BI tanggal 26 maret 1999. Kita melaksanakan instruksi mereka mengalihkan aset yaitu pinjaman macet fan yang direstruktur termasuk agunan dan jaminan dialihkan ke BPPN sesuai Menkeu dan Gubernur BI," jelasnya.

Dia menjelaskan, transaksi pengalihan aset tersebut merupakan Jual Beli Piutang, namun Ditjen Pajak menilai transaksi tersebut sebagai penghapusan piutang macet. Selanjutnya pada 17 Juni 2003 BCA mengajukan keberatan kepada Ditjen Pajak atas koreksi pajak yang dilakukan. Keberatan itu diterima Ditjen Pajak.

"Ketika masa kompensasi kerugian pajak berakhir, masih ada sisa kompensasi yang belum digunakan sebesar Rp7,81 triliun. Jadi seandanya keberatan BCA tidak diterima Ditjen Pajak, maka masih ada sisa yang dapat dikompensasikan sebesar Rp2,04 triliun. Dan itu tidak bisa dipakai lagi setelah 2003," pungkasnya Jahja.

Seperti diketahui, saham PT Bank Sentral Asia Tbk (BBCA) pada perdagangan pagi ini dibuka langsung terkoreksi 225 poin atau 2,01 persen menjadi Rp10.950 per lembar saham.

Adapun harga saham BBCA pada penutupan perdagangan kemarin berada pada level Rp11.175 per lembar saham. Namun, pada pukul 10.00 WIB hari ini, harga saham perseroan sedikit menguat dibanding pembukaan pagi tadi menjadi Rp11.000 per lembar saham.

Saham BBCA pada pukul 10.00 WIB tercatat ditransaksikan sebanyak 495 kali. Nilai transaksi mencapai Rp79,14 miliar dengan volume sebanyak 7,195 juta saham.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Digelar Satu Bulan,...
Digelar Satu Bulan, BCA Expoversary Online 2021 Gaet 1 Juta Pengunjung
Bank Royal Ganti Nama...
Bank Royal Ganti Nama Jadi Bank Digital BCA
BCA Kanwil IV Catatkan...
BCA Kanwil IV Catatkan Laba Rp1,46 Triliun
Permudah Layanan kepada...
Permudah Layanan kepada Nasabah, BCA Relokasi KCU Metro
BCA Ajak Desa Binaan...
BCA Ajak Desa Binaan Lestarikan Lingkungan Lewat Pengelolaan Sampah
Kuartal I 2020, BCA...
Kuartal I 2020, BCA Kantongi Laba Bersih Rp6,6 Triliun
Berita Terkini
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
26 menit yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
37 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
12 jam yang lalu
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved