Kebijakan jangan dipakai naikkan harga saham
Selasa, 22 April 2014 - 19:58 WIB
Kebijakan jangan dipakai naikkan harga saham
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah diminta untuk bisa menahan diri mengeluarkan kebijakan yang baru sebatas isu atau wacana terkait aksi korporasi BUMN. Hal ini bisa menimbulkan kenaikan atau penurunan harga saham yang tidak wajar.
Pengamat pasar modal Yanuar Rizky menilai, kebijakan yang baru sebatas isu kemudian dilemparkan ke media seperti akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk.
"Awalnya pasar melihat ini sebagai aksi korporasi BUMN yang telah disepakati pemerintah. Tetapi ternyata antar pemerintah saja tidak satu suara seperti Menteri Keuangan dan Menteri BUMN berbeda pendapat. Jadi kebijakan ini dilihat pasar hanya wacana," ujar Yanuar di Jakarta, Selasa (22/4/2014).
Menurut Yanuar, akibat ketidakjelasan kebijakan pemerintah tersebut, harga saham BTN langsung turun. Untuk itu dia berharap sebelum aksi korporasi jadi kebijakan bersama seharusnya Menteri BUMN bisa menahan diri untuk tidak melempar wacana.
"Kalau kebijakan akuisisi BTN sudah confirm dan disetujui semua stakeholder baru boleh diumumkan ke publik. Karena ini menyangkut informasi publik," jelas dia.
Mengenai kenaikan harga saham, Yanuar melihat akan ada saja pihak yang mencari keuntungan di balik isu atau wacana yang beredar. Apalagi isu ini dikaitkan dengan pencairan dana untuk Pemilu.
"Asumsinya bisa saja ini untuk Pemilu, tetapi jangan sampai publik sebagai follower dirugikan dengan isu ini," katanya.
Pengamat pasar modal Yanuar Rizky menilai, kebijakan yang baru sebatas isu kemudian dilemparkan ke media seperti akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk.
"Awalnya pasar melihat ini sebagai aksi korporasi BUMN yang telah disepakati pemerintah. Tetapi ternyata antar pemerintah saja tidak satu suara seperti Menteri Keuangan dan Menteri BUMN berbeda pendapat. Jadi kebijakan ini dilihat pasar hanya wacana," ujar Yanuar di Jakarta, Selasa (22/4/2014).
Menurut Yanuar, akibat ketidakjelasan kebijakan pemerintah tersebut, harga saham BTN langsung turun. Untuk itu dia berharap sebelum aksi korporasi jadi kebijakan bersama seharusnya Menteri BUMN bisa menahan diri untuk tidak melempar wacana.
"Kalau kebijakan akuisisi BTN sudah confirm dan disetujui semua stakeholder baru boleh diumumkan ke publik. Karena ini menyangkut informasi publik," jelas dia.
Mengenai kenaikan harga saham, Yanuar melihat akan ada saja pihak yang mencari keuntungan di balik isu atau wacana yang beredar. Apalagi isu ini dikaitkan dengan pencairan dana untuk Pemilu.
"Asumsinya bisa saja ini untuk Pemilu, tetapi jangan sampai publik sebagai follower dirugikan dengan isu ini," katanya.
(gpr)
Lihat Juga :