Pemerintah tetapkan Harga Indeks Pasar BBN

Kamis, 24 April 2014 - 14:00 WIB
Pemerintah tetapkan...
Pemerintah tetapkan Harga Indeks Pasar BBN
A A A
Sindonews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegeluarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 2185K/12/MEM/2014 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri ESDM Nomor 0219K/12/MEM/2010-Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati (HIP BBN) Biodiesel.

“Peraturan ini menyepakati jika digunakan untuk non-PSO tidak masalah. Karena kalau sudah business to business kita gak bisa intervensi,” kata Direktur Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM Ridha Mulyana, saat dijumapi di kantornya, Kamis (24/4/2014).

Menurut dia, peraturan ini memberi dampak positif bagi penghematan devisa negara melalui optimalisasi pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel sebagai campuran dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Adapaun capaian umum program percepatan mandatori ini pada September 2013-Februari 2014 telah menghemat impor solar dengan rerata per bulan 126.761 kiloliter (kl).

Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan periode enam bulan sebelum diterbitkannya Permen, yakni 63.524 kl per bulan. Dengan kata lain, dalam enam bulan sejak mandatori pemanfaatan BBN ditingkatkan, negara telah berhasil melakukan penghematan devisa sebesar USD592 juta.

Pemerintah terus mengupayakan langkah-langkah intensif mendorong tecapainya target. Salah satunya merevisi HIP BBN jenis biodiesel yang dicampurkan ke dalam jenis BBM tertentu/PSO. Dengan formulasi harga yang baru diharapkan dapat meningkatkan penggunaan BBN.

Perumusan formulasi HIP biodiesel telah dilakukan sejak Februari 2014 dengan melibatkan stakeholder terkait. Berdasarkan simulasi, disepakati menggunakan acuan harga Mean of Platts Singapore (MOPS) BBM Landed Price.

Harga MOPS Landed Price adalah harga biodiesel sampai di titik terminal BBM utama. Pemilihan acuan harga BBN berdasarkan MOPS BBM didasari korelasi yang tinggi antara HIP Solar/MOPS Gasoil dengan Harga Patokan Ekspor (HPE) Biodiesel yang selama ini digunakan sebagai HIP biodiesel.

Selanjutnya, HIP Biodiesel tersebut dikonversi/diindeks ke dalam MOPS Gasoil sehingga diperoleh suatu formulasi berdasarkan MOPS Gasoil rerata pada periode satu bulan sebelumnya ditambah 3,48 persen MOPS.

Melalui penetapan HIP biodiesel yang baru, harga biodiesel akan mengikuti pola harga BBM riil sampai terminal domestik (di mana biodiesel dicampurkan ke solar). Sehingga akan memudahkan dalam memprediksi harga dan mencegah terjadinya disparitas harga biodiesel dan solar.

Di samping itu, formula HIP biodiesel juga lebih menjamin kepastian penyaluran biodiesel secara merata di seluruh wilayah Indonesia, karena harga sudah termasuk biaya pengangkutan biodiesel sampai di titik terminal BBM utama.

“Program ini juga meyediakan pasar lebih menguntungkan produsen biodiesel. Nah, dengan begitu negara diuntungkan dengan tidak mengimpor solar,” katanya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia, Paulus Tjakrawan mengatakan, asosiasi masih mempelajari kebijakan ini. “Kami belum bisa memberikan tanggapan, karena masih kita pelajari,” kata dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Langkah Pengembangan...
5 Langkah Pengembangan Bahan Bakar Nabati Jadi Strategi Ketahanan Energi Nasional
Seberapa Hijaukah Bahan...
Seberapa Hijaukah Bahan Bakar Nabati? Awas Klaim Menyesatkan!
Avtur Berbahan Minyak...
Avtur Berbahan Minyak Sawit Bukan Upaya Sehari, Ini Prosesnya
Menakar Nilai Ekonomis...
Menakar Nilai Ekonomis Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Sawit
Hasilkan Energi Ramah...
Hasilkan Energi Ramah Lingkungan, Legislator Ungkap Urgensi Bangun Pabrik Bioethanol
Ethanol untuk BBN Tanpa...
Ethanol untuk BBN Tanpa Cukai Bakal Jadi Magnet Bagi Dunia Usaha
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved