Pertumbuhan ekonomi Asia tahun ini akan melemah

Jum'at, 25 April 2014 - 15:47 WIB
Pertumbuhan ekonomi...
Pertumbuhan ekonomi Asia tahun ini akan melemah
A A A
Sindonews.com - Pertumbuhan negara-negara berkembang di Asia tahun ini, diperkirakan akan berkontribusi sedikit terhadap ekonomi global, meskipun tanda-tanda pemulihan di mitra perdagangan Barat mulai terlihat.

Kawasan ini akan tergantung pada bagaimana China, ekonomi terbesar kedua di dunia kembali bangkit. Seperti diketahui, ekspansi pertumbuhan rata-rata China dua digit selama tiga dekade terakhir melemah, karena pemerintah mereposisi lebih mengandalkan permintaan domestik.

Konsensus terhadap lebih dari 200 ekonom yang disurvei pada 15-24 April 2014, pertumbuhan ekonomi di Asia mulai dari China sampai India, Indonesia, Singapura dan Thailand, akan stagnan serta sebagian besar mendekati pelemahan.

Hal itu menunjukkan kontribusi perekonomian Asia - yang selama bertahun-tahun mendorong pertumbuhan global - dapat berkurang dan laju kekuatan bisa kembali melambat.

Survei terbaru ini mirip dengan jajak pendapat yang dilakukan Reuters pekan lalu, menunjukkan bahwa ekonomi global hanya akan berkembang pada tingkat sederhana. Sementara pasar negara berkembang lainnya, khususnya Amerika Latin, berada dalam tahun penuh tantangan.

"Wilayah ini akan terus maju ke depan pada tingkat pertumbuhan yang rendah, tidak buruk, tidak besar, terhadap apa yang dilakukan selama dua tahun terakhir," kata David Carbon, kepala riset ekonomi dan mata uang Bank DBS, dalam catatannya, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (25/4/2014).

Seperti diketahui, pertumbuhan China pada kuartal pertama (Q1) melemah, ke kecepatan paling lambat dalam 18 bulan, menyoroti tanda-tanda memudarnya ekspansi meskipun perlambatan telah banyak diperkirakan.

Para ekonom memprediksi tingkat pertumbuhan China tahun ini rata-rata sebesar 7,3 persen. Ini akan menjadi ekspansi paling lambat sejak 1990, dan pendinginan lebih lanjut menjadi 7,2 persen pada 2015.

"Kekhawatiran pendaratan keras kembali meningkat meskipun perkiraan pertumbuhan PDB tidak mencerminkan pesimisme seperti itu," tulis Carbon.

Sementara dalam jajak pendapat terbaru ekonomi Australia akan memperluas sebesar 2,8 persen pada 2014 sebelum mengambil sedikit menjadi 3,0 persen pada 2015. Namun, itu akan pendek dari kecepatan 3,25-3,5 persen di masa sebelumnya, yang dianggap "normal". Di sisi lain, ekonomi India diperkirakan akan tumbuh 5,5 persen pada tahun fiskal 2014/2015.

Secara keseluruhan pertumbuhan di Asia menghangat setelah investor menarik aliran dana dari kawasan itu memindahkannya ke negara-negara maju karena prospek di sana membaik.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Strategi Pemulihan...
5 Strategi Pemulihan Ekonomi ASEAN dari Dampak Covid-19
Ekonomi Asia Mulai Bangkit,...
Ekonomi Asia Mulai Bangkit, Bagaimana dengan Indonesia?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
China Conference: Southeast...
China Conference: Southeast Asia 2026 Perkuat Peran Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Regional
IMF: Jika Ekonomi Global...
IMF: Jika Ekonomi Global Terbelah, Asia Jadi Pecundang Terbesar
Tarif Trump Pukul Ekonomi...
Tarif Trump Pukul Ekonomi Asia, Siapa Paling Parah?
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
3 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved