TDL naik besok, Kadin minta PLN lakukan efisiensi
Rabu, 30 April 2014 - 13:47 WIB
TDL naik besok, Kadin minta PLN lakukan efisiensi
A
A
A
Sindonews.com - Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) secara bertahap bagi industri yang termasuk dalam golongan I3 dan I4 akan mulai berlaku besok (1/5/2014). Sejak wacana kenaikan tersebut muncul, beragam penolakan muncul dari pengusaha.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, selain menaikkan tarif listrik, seharusnya PLN juga melakukan efisiensi. Sehingga bisa menekan biaya produksi listrik.
"Kita hanya mengimbau, PLN juga meningkatkan efisiensinya supaya biaya bisa lebih murah. Selama ini misalnya masih banyak pakai diesel, kan bisa dikonversi dengan gas, rencana seperti itu tidak pernah terlaksana," ujarnya di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (30/4/2014).
Pasalnya, dengan kenaikan ini akan membawa dampak besar terhadap industri nasional terutama pada daya saing dengan industri negara lain jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
"Makanya kita harus perhatikan juga, jangan terus-terusan naik. Biaya operasi kita jadi berat dong, susah bersaing dengan negara lain. Semua hal yang berdampak pada peningkatan biaya operasi, harusnya kita upayakan untuk dihilangkan," katanya.
Semantara, mengenai tahapan kenaikan tarif yang hanya berlangsung hingga akhir tahun ini, Suryo berharap pemerintah melakukan pertimbangan untuk memperpanjang jangka waktu kenaikan tersebut. "Itu sudah diminta ke pemerintah, mudah-mudahan masih bisa dipertimbangkan," ucapnya.
Seperti diketahui, Kementerian ESDM telah menerbitkan aturan tentang kenaikan tarif listrik untuk industri golongan I3 (go public) dengan daya di atas 300 Kva sebesar 38,9 persen serta industri besar golongan I4 dengan daya 30 ribu Kva ke atas sebesar 64,7 persen.
Hal ini tertuang dalam Permen ESDM No 9/2014 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero). Kenaikan tarif listrik tersebut akan dilakukan secara bertahap setiap dua bulan sekali hingga Desember 2014.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, selain menaikkan tarif listrik, seharusnya PLN juga melakukan efisiensi. Sehingga bisa menekan biaya produksi listrik.
"Kita hanya mengimbau, PLN juga meningkatkan efisiensinya supaya biaya bisa lebih murah. Selama ini misalnya masih banyak pakai diesel, kan bisa dikonversi dengan gas, rencana seperti itu tidak pernah terlaksana," ujarnya di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (30/4/2014).
Pasalnya, dengan kenaikan ini akan membawa dampak besar terhadap industri nasional terutama pada daya saing dengan industri negara lain jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
"Makanya kita harus perhatikan juga, jangan terus-terusan naik. Biaya operasi kita jadi berat dong, susah bersaing dengan negara lain. Semua hal yang berdampak pada peningkatan biaya operasi, harusnya kita upayakan untuk dihilangkan," katanya.
Semantara, mengenai tahapan kenaikan tarif yang hanya berlangsung hingga akhir tahun ini, Suryo berharap pemerintah melakukan pertimbangan untuk memperpanjang jangka waktu kenaikan tersebut. "Itu sudah diminta ke pemerintah, mudah-mudahan masih bisa dipertimbangkan," ucapnya.
Seperti diketahui, Kementerian ESDM telah menerbitkan aturan tentang kenaikan tarif listrik untuk industri golongan I3 (go public) dengan daya di atas 300 Kva sebesar 38,9 persen serta industri besar golongan I4 dengan daya 30 ribu Kva ke atas sebesar 64,7 persen.
Hal ini tertuang dalam Permen ESDM No 9/2014 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero). Kenaikan tarif listrik tersebut akan dilakukan secara bertahap setiap dua bulan sekali hingga Desember 2014.
(izz)
Lihat Juga :