Rupiah berakhir merosot ke Rp11.578/USD
Rabu, 07 Mei 2014 - 16:37 WIB
Rupiah berakhir merosot ke Rp11.578/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berakhir melemah di tengah positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini berhenti pada level Rp11.578 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 59 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.519 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.515 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat berada pada level Rp11.511 per USD dan terlemah di level Rp11.578 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.578 per USD, dengan kisaran harian Rp11.520-11.580 per USD. Posisi ini melemah 58 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.520 per saham.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah sore hari ini pada level Rp11.534 per USD. Posisi ini merosot 11 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.523 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.527 per USD. Posisi ini melemah 16 poin penutupan Selasa (6/5/2014) di level Rp11.511 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah dipengaruhi sikap pelaku pasar yang cenderung menahan diri menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia besok.
"Kami memproyeksikan BI akan tetap mempertahankan suku bunga acuanyya di level 7,5 persen pada pertemuan bulan ini," kata dia, Rabu (7/5/2014).
Sementara IHSG berhasil mengakhir perdagangan hari ketiga pekan ini di zona hijau. IHSG naik 27,60 poin atau 0,57 persen ke level 4.862,07.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,61 triliun dengan 4,74 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp321,04 miliar, dengan volume transaksi bersih mencapai 131,60 juta. Tercatat 209 saham naik, 116 saham melemah dan 97 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini berhenti pada level Rp11.578 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 59 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.519 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.515 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat berada pada level Rp11.511 per USD dan terlemah di level Rp11.578 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.578 per USD, dengan kisaran harian Rp11.520-11.580 per USD. Posisi ini melemah 58 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.520 per saham.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah sore hari ini pada level Rp11.534 per USD. Posisi ini merosot 11 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.523 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.527 per USD. Posisi ini melemah 16 poin penutupan Selasa (6/5/2014) di level Rp11.511 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah dipengaruhi sikap pelaku pasar yang cenderung menahan diri menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia besok.
"Kami memproyeksikan BI akan tetap mempertahankan suku bunga acuanyya di level 7,5 persen pada pertemuan bulan ini," kata dia, Rabu (7/5/2014).
Sementara IHSG berhasil mengakhir perdagangan hari ketiga pekan ini di zona hijau. IHSG naik 27,60 poin atau 0,57 persen ke level 4.862,07.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,61 triliun dengan 4,74 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp321,04 miliar, dengan volume transaksi bersih mencapai 131,60 juta. Tercatat 209 saham naik, 116 saham melemah dan 97 saham stagnan.
(rna)