Hatta persilakan pemerintah baru rombak MP3EI

Kamis, 08 Mei 2014 - 16:12 WIB
Hatta persilakan pemerintah...
Hatta persilakan pemerintah baru rombak MP3EI
A A A
Sindonews.com - Pemerintah yakin proyek yang masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) akan dilanjutkan pada masa pemerintahan baru. Bahkan, perencanaan dan pembangunannya akan lebih baik dari pemerintahan sebelumnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, proyek pembangunan infrastruktur menjadi sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penyerapan tenaga kerja.

Menurutnya, program MP3EI sangat baik sebagai pelengkap pembangunan jangka panjang Indonesia. "Jadi, jika presiden terpilih, haruslah mengacu pada visinya, RPJM-nya. Saya kira akan tetap relevan dengan yang ada di sini. Karena mengakselerasi, memeratakan dan meluaskan pembangunan," ujar dia di kantornya, Jakarta, Kamis (8/5/2014).

Namun, pencetus proyek MP3EI ini memberi restu kepada presiden baru untuk mengubah program ini ke arah yang lebih baik. "Kalau mau diubah-ubah atau dirombak juga boleh, tentunya dengan lebih baik," ucapnya.

Hatta mengatakan, pemerintah mematok target realisasi proyek sampai 2020 sebesar Rp4.000 triliun. Sementara, proyek yang hampir selesai ini sudah menelan anggaran sekitar Rp800 triliun, meski banyak hambatan yang dialami, seperti pembebasan lahan dan sebagainya.

Dia berharap agar seluruh proyek MP3EI terus dipercepat, misalnya proyek rel ganda (double track) sepanjang 700 kilometer (km) yang sudah selesai digarap sekitar 500 km. Target dari peresmian double track ini bulan depan.

Selain itu, pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang Jawa Tengah 2x1.000 megawatt (MW) dan pelabuhan Cilamaya.

"Diharapkan rel ganda bisa tuntas semua, sehingga beban logistik di pantura akan berkurang. Karena bisa diangkut dengan kereta api. Kita akan carikan solusinya dari hambatan-hambatan itu," kata Hatta.

Proyek pembangunan infrastruktur mampu menyerap tenaga kerja cukup banyak lantaran tren industri telah mengarah ke industri olahan dari sebelumnya di industri primer.

"Setiap 1 persen pertumbuhan bisa menyerap 220 ribu tenaga kerja. Tapi itu akan meningkat, karena industri padat modal mulai banyak. Tapi pemerintah tetap akan memperhatikan dan melindungi industri padat karya karena kita masih perlu itu," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
8 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
9 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
9 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
9 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
10 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
10 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved