Rupiah ditutup terapresiasi ke Rp11.563/USD
Kamis, 08 Mei 2014 - 16:31 WIB
Rupiah ditutup terapresiasi ke Rp11.563/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini terapresiasi setelah Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan BI Rate pada level 7,5 persen. Positifnya rupiah di tengah terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp11.563 per USD. Posisi tersebut terapresiasi 15 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.578 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp11.575 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat berada di level Rp11.563 per USD dan terlemah di level Rp11.634 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.563 per USD, dengan kisaran harian Rp11.563-11.665 per USD. Posisi ini membaik 15 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.578 per saham.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah sore hari ini pada level Rp11.588 per USD. Posisi ini merosot 65 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.523 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.624 per USD. Posisi ini merosot 97 poin penutupan Rabu (7/5/2014) di level Rp11.527 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, lajur rupiah hari ini dipengaruhi masih dipertahankannya BI Rate pada level 7,5 persen dan naiknya cadangan devisa Indonesia pada April sebesar USD3 miliar menjadi USD105,6 miliar dibanding Maret sebesar USD102,6 miliar.
"Kenaikan cadangan devisa Indonesia menjadi sentimen positif laju rupiah hari ini," kata dia, Kamis (8/5/2014).
Sementara IHSG sore ini berakhir di zona merah karena ditekan aksi jual investor asing. IHSG terkoreksi 1,18 poin atau 0,02 persen ke level 4.860,89.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5, triliun dengan 3, miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp160, miliar, dengan volume transaksi jua; mencapai 364,55 juta. Tercatat 126 saham naik, 198 saham melemah dan 84 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp11.563 per USD. Posisi tersebut terapresiasi 15 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.578 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp11.575 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat berada di level Rp11.563 per USD dan terlemah di level Rp11.634 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.563 per USD, dengan kisaran harian Rp11.563-11.665 per USD. Posisi ini membaik 15 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.578 per saham.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah sore hari ini pada level Rp11.588 per USD. Posisi ini merosot 65 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.523 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.624 per USD. Posisi ini merosot 97 poin penutupan Rabu (7/5/2014) di level Rp11.527 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, lajur rupiah hari ini dipengaruhi masih dipertahankannya BI Rate pada level 7,5 persen dan naiknya cadangan devisa Indonesia pada April sebesar USD3 miliar menjadi USD105,6 miliar dibanding Maret sebesar USD102,6 miliar.
"Kenaikan cadangan devisa Indonesia menjadi sentimen positif laju rupiah hari ini," kata dia, Kamis (8/5/2014).
Sementara IHSG sore ini berakhir di zona merah karena ditekan aksi jual investor asing. IHSG terkoreksi 1,18 poin atau 0,02 persen ke level 4.860,89.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5, triliun dengan 3, miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp160, miliar, dengan volume transaksi jua; mencapai 364,55 juta. Tercatat 126 saham naik, 198 saham melemah dan 84 saham stagnan.
(rna)