Dahlan: Rencana akuisisi PGN-Pertamina hanya gertakan
Senin, 12 Mei 2014 - 12:47 WIB
Dahlan: Rencana akuisisi PGN-Pertamina hanya gertakan
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, rencana pengambilalihan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) oleh anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertagas hanya gertakan belaka.
Pasalnya, selama ini kedua perusahaan tersebut dinilai sering bertengkar dan melakukan persaingan yang tidak sehat. Karena itu, dia memberikan jalan lewat ancaman akuisisi tersebut.
"Gini sejarahnya, dulu dua perusahaan ini 'suka bertengkar suka bersaing tidak sehat'. Saya tidak mau itu terjadi lagi. Karena dua perusahaan bertengkar yang jadi korban negara," ujarnya di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (12/5/2014).
Menurut Dahlan, banyak infrastruktur yang seharusnya dibangun. Namun, karena persaingan tidak sehat itu maka negara yang dirugikan. Dia mengaku, sebelumnya sudah mencoba mendudukkan dua perusahaan ini bersama untuk mencari solusi terbaik, namun hal itu tidak juga menghasilkan.
"Kemudian saya ancam dengan penggabungan itu. Nah sekarang mereka sudah baik. Ya sudah. Jadi akuisisi enggak jadi karena sudah baik. Sudah mau saling mengalah dan kerja sama, jadi urgensinya pengakuisisian enggak ada lagi," tambah dia.
Dia mencontohkan, pembangunan pipa gas dari Cirebon hingga Semarang selama ini sulit untuk disepakati siapa yang akan menggarapnya. Kedua perusahaan ini sebelumnya selalu saling lirik dan bersaing.
Mengenai pendapat beberapa pengamat yang menyatakan bahwa dirinya hanya bermaksud menggoreng saham PGN, dia meminta untuk membuktikannya. "Siapa yang bilang itu, suruh dia buktikanlah. Saya tidak punya saham apa-apa," pungkas Dahlan.
Pasalnya, selama ini kedua perusahaan tersebut dinilai sering bertengkar dan melakukan persaingan yang tidak sehat. Karena itu, dia memberikan jalan lewat ancaman akuisisi tersebut.
"Gini sejarahnya, dulu dua perusahaan ini 'suka bertengkar suka bersaing tidak sehat'. Saya tidak mau itu terjadi lagi. Karena dua perusahaan bertengkar yang jadi korban negara," ujarnya di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (12/5/2014).
Menurut Dahlan, banyak infrastruktur yang seharusnya dibangun. Namun, karena persaingan tidak sehat itu maka negara yang dirugikan. Dia mengaku, sebelumnya sudah mencoba mendudukkan dua perusahaan ini bersama untuk mencari solusi terbaik, namun hal itu tidak juga menghasilkan.
"Kemudian saya ancam dengan penggabungan itu. Nah sekarang mereka sudah baik. Ya sudah. Jadi akuisisi enggak jadi karena sudah baik. Sudah mau saling mengalah dan kerja sama, jadi urgensinya pengakuisisian enggak ada lagi," tambah dia.
Dia mencontohkan, pembangunan pipa gas dari Cirebon hingga Semarang selama ini sulit untuk disepakati siapa yang akan menggarapnya. Kedua perusahaan ini sebelumnya selalu saling lirik dan bersaing.
Mengenai pendapat beberapa pengamat yang menyatakan bahwa dirinya hanya bermaksud menggoreng saham PGN, dia meminta untuk membuktikannya. "Siapa yang bilang itu, suruh dia buktikanlah. Saya tidak punya saham apa-apa," pungkas Dahlan.
(izz)
Lihat Juga :