Menkeu yakin revenue ekspor kuartal II/2014 membaik
Senin, 12 Mei 2014 - 18:19 WIB
Menkeu yakin revenue ekspor kuartal II/2014 membaik
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri optimis bahwa angka pendapatan (revenue) ekspor Indonesia dalam kuartal II/2014 akan membaik. Hal ini didukung oleh recovery di Amerika Serikat dan Jepang yang lebih baik.
"Kalau menurut saya mudah-mudahan angka ekspor bisa lebih di kuartal II/2014. Karena dengan recovery di Amerika yang lebih baik dan Jepang akan lebih baik," ungkap dia di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (12/5/2014).
Selain itu, keadaan geopolitical crisis yang terjadi di Ukraina juga akan membuat harga komoditi akan sedikit lebih tinggi.
"Karena geopolitical crisis yang terjadi di Ukraina. Kan kalau Ukraina kan dia ekspor 25 persen energi ke Eropa, kalau Ukraina kemudian dikenakan persoalan atau sanksi, akibatnya supply ke Eropa akan mengalami penurunan," tambah dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, jika supply Ukraina ke Eropa mengalami penurunan, maka energy price pun akan naik. Sementara hal itu pun juga akan berdampak pada kenaikan harga komoditas.
"Kalau supply ke Eropa mengalami penurunan, maka energy price-nya akan naik. Kalau itu yang terjadi maka komoditi price akan naik," tandas dia.
"Kalau menurut saya mudah-mudahan angka ekspor bisa lebih di kuartal II/2014. Karena dengan recovery di Amerika yang lebih baik dan Jepang akan lebih baik," ungkap dia di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (12/5/2014).
Selain itu, keadaan geopolitical crisis yang terjadi di Ukraina juga akan membuat harga komoditi akan sedikit lebih tinggi.
"Karena geopolitical crisis yang terjadi di Ukraina. Kan kalau Ukraina kan dia ekspor 25 persen energi ke Eropa, kalau Ukraina kemudian dikenakan persoalan atau sanksi, akibatnya supply ke Eropa akan mengalami penurunan," tambah dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, jika supply Ukraina ke Eropa mengalami penurunan, maka energy price pun akan naik. Sementara hal itu pun juga akan berdampak pada kenaikan harga komoditas.
"Kalau supply ke Eropa mengalami penurunan, maka energy price-nya akan naik. Kalau itu yang terjadi maka komoditi price akan naik," tandas dia.
(gpr)
Lihat Juga :