Penjualan emas di Hong Kong menurun

Kamis, 15 Mei 2014 - 12:41 WIB
Penjualan emas di Hong...
Penjualan emas di Hong Kong menurun
A A A
Sindonews.com - Chinese Gold & Silver Efek Society mengungkapkan, penjualan emas di toko perhiasan di Hong Kong menurun. Ini menambah tanda-tanda adanya perlambatan konsumsi oleh pengguna terbesar setelah terjadi lonjakan pada tahun 2013.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (15/5/2014), Haywood Cheung selaku presiden bullion bursa mengatakan, permintaan turun sekitar 30 persen dari tahun lalu selama liburan Golden Week yang dimulai 1 Mei, menurut.

Sementara, China melampaui India sebagai pengguna terbesar tahun lalu, hiruk-pikuk pembelian dipicu oleh kemerosotan emas ke pasar pada April lalu. Menurut Heraeus Logam Hong Kong Ltd, konsumsi di China yang lebih rendah tahun ini dapat membantu untuk memperpanjang penurunan harga, karena investor menekan penjualan dari produk yang diperdagangkan di bursa.

"Sebelumnya, ketika mereka datang ke toko perhiasan, mereka menghabiskan sekitar 10.000 dolar Hong Kong atau sekitar USD1.290, dan sekarang sekitar 5.000-6.000 dolar Hong Kong," kata Cheung.

Harga emas turun 6,4 persen menjadi USD1,303.67 per ounce pada pukul 12:44 di Hong Kong. Logam ini merosot 28 persen pada 2013 untuk mengakhiri reli 12 tahun, dengan harga tahun lalu lebih rendah memacu konsumsi di seluruh Asia. Pada April 2013, emas turun dari intraday tinggi USD1.604 yang rendah dari USD1,322.06.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
2 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
3 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
3 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved