ITMA minta suspensi saham dicabut

Jum'at, 16 Mei 2014 - 13:01 WIB
ITMA minta suspensi...
ITMA minta suspensi saham dicabut
A A A
Sindonews.com - PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) berharap Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengizinkan saham perseroan dapat diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai.

Tercatat hingga saat ini, saham ITMA telah diberhentikan sementara waktu (suspensi) diperdagangan oleh BEI pada 25 April 2013. Hal ini dikarenakan mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

"Kami berharap suspensi-nya dibuka oleh Bursa, sudah setahun ini saham ITMA di suspensi," kata Presiden Direktur ITMA Vincent Nangoi di Jakarta, Jumat (16/5/2014).

Menurutnya, perseroan telah memenuhi syarat yang diminta BEI secara benar serta jelas. "Apa yang ditanyakan Bursa, kami jawab. Tapi keputusan itu kan semua ada di Bursa, sudah cukup atau belumnya," ujarnya.

Dia menjelaskan, saham ITMA naik signifikan karena ada pihak yang melakukan "menggoreng" saham ITMA dan perseroan tidak mengetahui siapa orangnya. "Kami tidak tahu, Bursa suspen untuk melindungi investor kan," kata Vincent.

Sekadar informasi, saham ITMA disuspensi karena adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan sebesar Rp11.575 atau 497,85 persen dari harga penutupan Rp2.325 pada 11 April 2013 menjadi Rp13.900 pada 24 April 2013. Sebelumnya BEI telah mengawasi transaksi perdagangan saham ITMA terkait hal tersebut pada 18 April 2013.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT Sumber Alfaria Trijaya...
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Raih Penghargaan DIA 2022
MedcoEnergi Dorong Investasi...
MedcoEnergi Dorong Investasi Hijau dalam Transisi Energi di Asia Tenggara
Dukung Keandalan Listrik...
Dukung Keandalan Listrik Sumatera, GE Pasok Turbin Gas untuk PLTGU Riau
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
KJG dan Band Kerja Sama...
KJG dan Band Kerja Sama Tentang Pemanfaatan Kapasitas Pipa Gas Bumi
RAJA Kantongi Pendapatan...
RAJA Kantongi Pendapatan Rp4,14 Triliun di 2024, Catat Kinerja Terbaik dalam 5 Tahun
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved