Pemimpin RI Harus Mampu Jaga Stabilitas Ekonomi
Selasa, 20 Mei 2014 - 14:24 WIB
Pemimpin RI Harus Mampu Jaga Stabilitas Ekonomi
A
A
A
JAKARTA - Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sudah siap bertempur pada pemilihan presiden (pilpres) pada 9 Juli 2014. Baik pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) sudah mempunyai visi dan misi perubahan untuk Indonesia.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai, walaupun masing-masing capres dan cawapres memiliki visi dan misi tersendiri, namun di mata masyarakat, presiden yang terpilih nanti harus pro rakyat.
Dia menjelaskan, harapan masyarakat saat ini tidak muluk-muluk, hanya ingin melihat realisasi program-program yang sudah dicanangkan presiden terpilih nanti.
"Keinginan masyarakat sederhana sekali, bagaimana mereka bisa berdagang dengan aman dan dapat keuntungan serta bisa makan sehari tiga kali. Initinya pemimpin yang mampu menjaga stabilitas ekonomi, iklim usaha yang kondusif, bukan pasar yang sudah dikuasai kartel, tentu mereka ingin penghidupan yang layak dan tentu dapat perkerjaan yang layak juga," terngnya di Jakarta, Selasa (20/5/2014).
Enny menegaskan, program-program yang sudah disebutkan dari masing-masing capres dan cawapres ini, masih perlu dicermati seberapa jauh mereka merealisasikan apa yang akan menjadi program mereka.
"Secara keseluruhan platform yang sudah resmi disampaikan, kita tidak bisa memastikan bisa direalisasikan saat menjabat. Tapi minimal sebagai referensi masyarakat terhadap calon pemimpinnya, yang penting bagaimana konsistensi dan konkretnya," jelas dia.
Namun, Enny menilai kedua pasangan capres dan cawapres ini memiliki program yang hampir sama yaitu mengusung ekonomi kerakyatan. "Ini dua-duanya mengusung ekonomi kerakyatan, nanti kita lihat bagaimana mekanismenya, pertanggungjawabannya, sistemnya. Kan ada rencana jangka menengah dan panjang," paparnya.
Enny mengungkapkan, visi-misi yang disampaikan kedua pasangan capres dan cawapres harus bisa meyakinkan masyarakat atas program yang menjadi senjata andalan masing-masing pasangan ini.
"Nanti ada di debat capres dan kampanye, kita minta benar-benar mereka mengkompetisikan platform yang riil, misal pengangguran solusi mereka apa. Seperti saat debat Obama dan capres AS lain dengan progam-program yang disampaikan, publik bisa melihat lebih meyakinkan programnya Obama, jadi seperti itu," pungkas dia.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai, walaupun masing-masing capres dan cawapres memiliki visi dan misi tersendiri, namun di mata masyarakat, presiden yang terpilih nanti harus pro rakyat.
Dia menjelaskan, harapan masyarakat saat ini tidak muluk-muluk, hanya ingin melihat realisasi program-program yang sudah dicanangkan presiden terpilih nanti.
"Keinginan masyarakat sederhana sekali, bagaimana mereka bisa berdagang dengan aman dan dapat keuntungan serta bisa makan sehari tiga kali. Initinya pemimpin yang mampu menjaga stabilitas ekonomi, iklim usaha yang kondusif, bukan pasar yang sudah dikuasai kartel, tentu mereka ingin penghidupan yang layak dan tentu dapat perkerjaan yang layak juga," terngnya di Jakarta, Selasa (20/5/2014).
Enny menegaskan, program-program yang sudah disebutkan dari masing-masing capres dan cawapres ini, masih perlu dicermati seberapa jauh mereka merealisasikan apa yang akan menjadi program mereka.
"Secara keseluruhan platform yang sudah resmi disampaikan, kita tidak bisa memastikan bisa direalisasikan saat menjabat. Tapi minimal sebagai referensi masyarakat terhadap calon pemimpinnya, yang penting bagaimana konsistensi dan konkretnya," jelas dia.
Namun, Enny menilai kedua pasangan capres dan cawapres ini memiliki program yang hampir sama yaitu mengusung ekonomi kerakyatan. "Ini dua-duanya mengusung ekonomi kerakyatan, nanti kita lihat bagaimana mekanismenya, pertanggungjawabannya, sistemnya. Kan ada rencana jangka menengah dan panjang," paparnya.
Enny mengungkapkan, visi-misi yang disampaikan kedua pasangan capres dan cawapres harus bisa meyakinkan masyarakat atas program yang menjadi senjata andalan masing-masing pasangan ini.
"Nanti ada di debat capres dan kampanye, kita minta benar-benar mereka mengkompetisikan platform yang riil, misal pengangguran solusi mereka apa. Seperti saat debat Obama dan capres AS lain dengan progam-program yang disampaikan, publik bisa melihat lebih meyakinkan programnya Obama, jadi seperti itu," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :