Bank Mandiri Targetkan Satu Juta Rekening e-Cash

Selasa, 20 Mei 2014 - 20:54 WIB
Bank Mandiri Targetkan...
Bank Mandiri Targetkan Satu Juta Rekening e-Cash
A A A
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) meluncurkan produk barunya Mandiri e-Cash untuk menggenjot jumlah rekening dan nilai transaksi. Perseroan optimistis instrumen pembayaran elektronik berbasis ponsel ini dapat menambah satu juta rekening setiap tahunnya.

Direktur Mikro dan Retail BMRI Hery Gunardi mengatakan perseroan menargetkan penambahan jumlah rekening yang signifikan dengan adanya layanan Mandiri e-Cash ini. Saat ini, perseroan mencatat telah memiliki 13 juta rekening.

"Dengan adanya layanan e-Cash dan branchless banking, ditargetkan ada tambahan 1 juta rekening per tahun. Ini bisa dari nasabah existing ataupun baru," kata Hery dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Dia melanjutkan, potensi pengembangan uang elektronik di dalam negeri sangatlah besar. Dari 250 juta penduduk Indonesia, baru hanya 60 juta di antaranya yang sudah memiliki rekening di perbankan. Sementara penduduk Indonesia yang memiliki telepon seluler mencapai 240 juta penduduk.

Tidak hanya itu, namun populasi kelas menengah nasional akan berkembang pesat. "Di tahun 2014 baru berjumlah 45 juta orang, dan jumlah ini akan meningkat pesat menjadi 135 juta orang di tahun 2030," terangnya.

Melalui Mandiri e-Cash, nasabah cukup menggunakan nomor ponselnya sebagai rekening. Pengisian saldo bisa dilakukan melalui anjungan tunai mandiri (ATM), Mandiri sms, Mandiri internet dan Mandiri Clikpay. Bahkan bisa juga pengisian dilakuan melalui transfer dari bank lain.

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya Bank Mandiri untuk secara bertahap mengurangi penggunaan uang tunai dalam transaksi pembayaran.

"Kami berupaya mengurangi kebutuhan transaksi secara tunai. Sebab makin banyak uang tunai, biaya pembuatan makin mahal. Ruang untuk penyimpanan lebih luas semakin dibutuhkan. Ditambah biaya pengamanan yang harus dikeluarkan semakin besar," ujarnya.

Layanan Mandiri e-Cash ini disebutnya juga mendukung program Layanan Keuangan Digital yang dicanangkan Bank Indonesia (BI) selaku regulator. Dengan layanan ini, lanjut Herry, bank dapat merangkul masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan.

"LKD akan memudahkan masyarakat yang unbanked. Saat ini ada sekitar 100 sampai 125 juta potensi unbanked customer yang bisa di-convert jadi banked customer," ujarnya.

Pada kesempatan sama, Senior Vice President Electronic Banking BMRI Rico Usthavia Frans mengatakan, terdapat potensi besar dengan hanya target satu juta registered user di tahun pertama. "Satu orang minimum transaksi 2 sampai 3 kali sebulan yang aktif," ujar Rico.

Menurutnya, sasaran pengguna e-cash Bank Mandiri pada 2030 nanti mencapai 95% dari pengguna smartphone dan pengguna telepon genggam. Fasilitas e-cash juga akan memprioritaskan penggunaan di kota-kota kecil.

"Untuk registrasi ke daerah-daerah sekarang masih datang ke cabang-cabang. Kita masih menunggu LKD (layanan keuangan digital) peraturan Bank Indonesia supaya tidak perlu ke kantor cabang lagi," sebutnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
DPK Bank Mandiri Taspen...
DPK Bank Mandiri Taspen Tumbuh 8,9% hingga Februari 2024
Bank Mandiri Bukukan...
Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp 26,6 triliun di Kuartal II 2024
Besok, Bank Mandiri...
Besok, Bank Mandiri Tetap Buka Layani Nasabah
Bank Mandiri Lanjutkan...
Bank Mandiri Lanjutkan Transformasi Digital di Ulang Tahun ke-23
Perkuat Layanan Digital,...
Perkuat Layanan Digital, Mandiri Jaga Momentum Pertumbuhan
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
24 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
10 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
Kominfo Diduga Kena...
Kominfo Diduga Kena Hack, Nomor Rekening Bank Dijual Rp196,5 Juta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved