CT: Semua Unsur Pemerintahan Punya PR untuk Ekonomi RI
Selasa, 20 Mei 2014 - 21:33 WIB
CT: Semua Unsur Pemerintahan Punya PR untuk Ekonomi RI
A
A
A
JAKARTA - Ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan dalam 10 tahun terakhir ini. Bahkan kini menurut world Bank Indonesia masuk 10 besar perekonomian dalam hal daya beli atau purchasing power.
"Indonesia yang kuat bisa terjadi kalau pemerintah daerahnya kuat. Oleh karenanya di sinilah tugas dan tanggung jawab kita, bahwa bagaimana caranya untuk mendorong agar pemda menjadi kuat dan pembangunan daerahnya inklusif," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tandjung (CT) dalam acara Sarasehan Nasional: Kebangkitan Ekonomi Bangsa di Jakarta, Selasa (20/5/2014).
CT melanjutkan, di sela-sela keberhasilan negeri ini, masih ada permalasahan yang menggelayuti, seperti di daerah maupun di pusat. "Saya ingin membicarakan soal inflasi, karena kesejahteraan kita dipengaruhi inflasi," ujarnya.
Menurutnya, dengan inflasi yang tinggi bisa mengurangi daya beli dan meningkatkan jumlah kemiskinan. Kenyataannya adalah 40% penduduk Indonesia adalah warga berpenghasilan rendah, yaitu miskin dan hampir miskin. "Jika kita tidak mengontrol inflasi, maka angka kemiskinan akan terus meningkat," lanjutnya lagi.
CT menilai semua instrumen akan berdosa jika tidak mampu membuat masyarakat Indonesia lebih sejahtera. Apalagi kita akan menghadapi hari raya Idul Fitri. Karena mendekati Ramadan selalu ada kenaikan bahan pangan, dan semua berpengaruh sehingga ada peningkatan harga tinggi.
"Ini PR kita semua, gubernur, bupati dan walikota. Karena peningkatan demand sering kali tidak sesuai dengan supply yang ada. Ini juga diperparah dengan masalah logistik dan juga supply chance dimana pedagang dapat meningkatkan harga. Pedagang boleh mengambil untung, hari raya Lebaran harga pasti naik tapi jangan keterlaluan. Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita semua untuk mengendalikan situasi seperti ini," tutup CT.
"Indonesia yang kuat bisa terjadi kalau pemerintah daerahnya kuat. Oleh karenanya di sinilah tugas dan tanggung jawab kita, bahwa bagaimana caranya untuk mendorong agar pemda menjadi kuat dan pembangunan daerahnya inklusif," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tandjung (CT) dalam acara Sarasehan Nasional: Kebangkitan Ekonomi Bangsa di Jakarta, Selasa (20/5/2014).
CT melanjutkan, di sela-sela keberhasilan negeri ini, masih ada permalasahan yang menggelayuti, seperti di daerah maupun di pusat. "Saya ingin membicarakan soal inflasi, karena kesejahteraan kita dipengaruhi inflasi," ujarnya.
Menurutnya, dengan inflasi yang tinggi bisa mengurangi daya beli dan meningkatkan jumlah kemiskinan. Kenyataannya adalah 40% penduduk Indonesia adalah warga berpenghasilan rendah, yaitu miskin dan hampir miskin. "Jika kita tidak mengontrol inflasi, maka angka kemiskinan akan terus meningkat," lanjutnya lagi.
CT menilai semua instrumen akan berdosa jika tidak mampu membuat masyarakat Indonesia lebih sejahtera. Apalagi kita akan menghadapi hari raya Idul Fitri. Karena mendekati Ramadan selalu ada kenaikan bahan pangan, dan semua berpengaruh sehingga ada peningkatan harga tinggi.
"Ini PR kita semua, gubernur, bupati dan walikota. Karena peningkatan demand sering kali tidak sesuai dengan supply yang ada. Ini juga diperparah dengan masalah logistik dan juga supply chance dimana pedagang dapat meningkatkan harga. Pedagang boleh mengambil untung, hari raya Lebaran harga pasti naik tapi jangan keterlaluan. Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita semua untuk mengendalikan situasi seperti ini," tutup CT.
(gpr)
Lihat Juga :