Hadapi AEC, Kesiapan Indonesia Sudah 81%
Selasa, 20 Mei 2014 - 21:33 WIB
Hadapi AEC, Kesiapan Indonesia Sudah 81%
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengungkapkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 sudah mencapai 81%.
Namun dia mengatakan, pihaknya masih sanksi soal efisiensi dan daya saing yang masih dalam deretan ke-6 dari 10 negara anggota ASEAN.
"AEC 2015 harus disikapi secara lebih serius, oleh karena waktu tidak panjang dan banyak hal yang harus kita benahi," ujar dia usai Rapat Kerja (Raker) di Komisi VI DPR, Jakarta, Selasa (20/5/2014).
Selain menyangkut masalah produsen cost, lanjutnya, yang paling penting adalah masalah komponen bunga yang jika dibandingkan dengan negara ASEAN masih terbilang mahal.
"Kedua infrastruktur, ketiga adalah persiapan kita mengenai masalah jasa yaitu bagaimana sertifikasi jasa profesi itu bisa kita penuhi karena AEC berlaku maka profesi dari jasa pekerjaan itu akan berlangsung secara menyeluruh untuk seluruh anggota ASEAN," tambahnya.
Dia mencontohkan, profesi perawat, alih teknik, arsitek, dan sebagainya harus menggunakan sertifikasi yang berlaku untuk semua. "Dan memenuhi persyaratan itu banyak pekerjaan yang diambil oleh negara lain, di bidang inilah kita mempersiapkan ini," tandasnya.
Namun dia mengatakan, pihaknya masih sanksi soal efisiensi dan daya saing yang masih dalam deretan ke-6 dari 10 negara anggota ASEAN.
"AEC 2015 harus disikapi secara lebih serius, oleh karena waktu tidak panjang dan banyak hal yang harus kita benahi," ujar dia usai Rapat Kerja (Raker) di Komisi VI DPR, Jakarta, Selasa (20/5/2014).
Selain menyangkut masalah produsen cost, lanjutnya, yang paling penting adalah masalah komponen bunga yang jika dibandingkan dengan negara ASEAN masih terbilang mahal.
"Kedua infrastruktur, ketiga adalah persiapan kita mengenai masalah jasa yaitu bagaimana sertifikasi jasa profesi itu bisa kita penuhi karena AEC berlaku maka profesi dari jasa pekerjaan itu akan berlangsung secara menyeluruh untuk seluruh anggota ASEAN," tambahnya.
Dia mencontohkan, profesi perawat, alih teknik, arsitek, dan sebagainya harus menggunakan sertifikasi yang berlaku untuk semua. "Dan memenuhi persyaratan itu banyak pekerjaan yang diambil oleh negara lain, di bidang inilah kita mempersiapkan ini," tandasnya.
(gpr)