Minyak Dunia Memerah di Tengah Krisis Libya dan Ukraina

Selasa, 20 Mei 2014 - 21:57 WIB
Minyak Dunia Memerah...
Minyak Dunia Memerah di Tengah Krisis Libya dan Ukraina
A A A
LONDON - Harga minyak mentah di perdagangan global hari ini menyusut menanggapi bentrokan di Libya. Hal ini menambah kekhawatiran pasokan energi terkait krisis Ukraina kontra Rusia.

Indeks acuan AS, minyak West Texas Intermediate ( WTI ) untuk pengiriman Juni, sempat naik 15 sen menjadi USD102,76 per barel. Namun, menyusut 41 sen menjadi 102,20 per barel pada pukul 21.45 WIB. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli, bertambah 15 sen menjadi USD109,52 per barel pada pertengahan di London. Kemudian memerah menjadi 109,14 per barel.

"Kerusuhan lebih lanjut di Libya adalah faktor utama pasar minyak saat ini," kata David Lennox, analis sumber daya di Fat Prophets, seperti dilansir dari Al-Arabiya, Selasa (20/5/2014).

Pasukan elit Libya terlibat pertempuran dengan pemberontak untuk pertempuran Islamis di timur karena meningkatnya pelanggaran hukum di dua kota terbesar negara itu lebih dekat ke perang saudara.

Sejak jatuhnya diktator Moamer Kadhafi pada 2011, pemerintah Libya berturut-turut telah berjuang menegakkan ketertiban sebagai mantan brigade pemberontak bersenjata mengukir fiefdoms mereka sendiri.

Krisis politik di negara itu datang hanya beberapa minggu setelah pembukaan ekspor minyak menyusul blokade 9 bulan di terminal laut pemberontak.

Di tempat lain, Komisaris Energi Eropa Guenther Oettinger mengatakan, Rusia, Ukraina dan Uni Eropa berencana bertemu pekan depan untuk menyelesaikan sengketa gas antara Kiev dan Moskow.

Raksasa energi Rusia Gazprom telah memperingatkan Kiev bisa menghentikan pengiriman gas pada 3 Juni jika bekas Republik Uni Soviet itu tidak membayar tagihan pada Juni senilai USD1,66 miliar atau sekitar Rp19 triliun.

Moskow mulai menuntut pembayaran pengiriman gas Ukraina di bawah aturan baru yang diperkenalkan menanggapi krisis hubungan di negara tersebut. Ancaman itu telah menimbulkan kekhawatiran di Uni Eropa, yang mengimpor seperempat gas dari Rusia, hampir setengah yang mengalir melalui Ukraina.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
15 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
21 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
29 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
56 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved