Kenaikan Royalti Batu Bara Harus Seimbang

Kamis, 22 Mei 2014 - 10:28 WIB
Kenaikan Royalti Batu...
Kenaikan Royalti Batu Bara Harus Seimbang
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana menaikkan royalti IUP batu bara, menyusul keputusan penundaan yang disampaikan pemerintah awal April 2014. Meski ditunda, pelaku usaha batu bara masih belum mendapatkan kepastian, sebab menunda tidak berarti dibatalkan.

Beberapa pengamat menilai, untuk menaikkan royalti harus memenuhi beberapa unsur. "Setidaknya ada tiga unsur yang harus dipenuhi dalam royalti, yakni harga, kadar dan volume," kata Pakar Hukum Pertambangan dari Universitas Hasanuddin Makassar, Abrar Saleng dalam rilisnya, kamis (22/5/2014).

Jika tiga unsur tersebut sudah terpenuhi, harga naik, kadar bagus dan volume tetap, maka kenaikan royalti bukan masalah dan sesuatu yang wajar. Akan menjadi bumerang, ketika royalti dinaikkan, namun dari sisi harga, masih rendah. "Royalti jangan dinaikkan, tetapi usaha batu bara justru tidak berjalan," ujarnya.

Karena itu, dibutuhkan keseimbangan dan kebijaksanaan dari pemerintah. Kalau memang royalti dinaikkan, seharusnya dilakukan saat harga batu bara sedang bagus. Namun yang terjadi, saat harga batu bara bagus, royalti justru tidak dinaikkan. Sementara, harga sedang anjlok, muncul keinginan untuk menaikkan royalti.

Selain keseimbangan dari tiga unsur tersebut, hal lain yang cukup penting terkait kebijakan kenaikan royalti atau kebijakan lainnya adalah soal transparansi. Pemerintah harus mengungkapkan dengan jelas, apa yang melatari kenaikan tersebut.

Menurutnya, jika pemerintah mengutarakan alasan yang jelas, pengusaha diyakini bisa memahami, sehinga kebijakan yang dikeluarkan tidak merugikan pelaku usaha. Sebab, jika pelaku usaha tidak bisa menjalankan aktivitas usahanya, maka akan menjadi beban pemerintah juga.

Sebab, lanjut dia, tugas pemerintah adalah melindungi setiap aktivitas usaha yang dilakukan. sehingga muaranya, pemerintah juga yang bertanggung jawab jika terjadi dampak yang meluas, misalkan pengangguran dan sebagainya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
38 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
Rusia Harus Siap Bentrokan...
Rusia Harus Siap Bentrokan Langsung dengan NATO 10 Tahun Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved