Konsumsi di Awal Ramadan Diperkirakan Meningkat 40%
Kamis, 22 Mei 2014 - 14:48 WIB
Konsumsi di Awal Ramadan Diperkirakan Meningkat 40%
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan, peningkatan konsumsi akan terjadi mulai awal bulan Ramadan, yang diperkirakan akan berlangsung pada akhir bulan Juni mendatang. Peningkatannya akan berada pada posisi 30% hingga 40%.
"Terjadi peningkatan konsumsi di bulan puasa. Masyarakat meningkatkan konsumsinya 30% sampai 40% dari pengeluaran normal mereka pada bulan biasa. Termasuk untuk konsumsi, makanan, dan pakaian. Dalam konteks itu kita catat perbandingan harga kebutuhan pokok 30 hari sebelum puasa dengan puasa dan dengan idul fitri," ujar dia di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (22/5/2014).
Sebulan sebelum bulan Ramadan, lanjut dia, peningkatan harga diperkirakan akan berada pada kisaran 4% hingga 11%. Sedangkan antara tanggal 1 Ramadan hingga 1 Syawal, kenaikan harga tidak lagi signifikan, hanya 1% hingga 3,5%. "Jadi sebenarnya peningkatan konsumsi itu pada Ramadannya," tambah dia.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan pengusaha retail untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mereka dalam menghadapi bulan Ramadan. Selain itu, juga akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan distribusi.
"Entar waktu mendekati Ramadan, kita akan berkoordinasi lebih erat dengan Kemenhub (Kementerian Perhubungan) dan KemenPU (Kementerian Pekerjaan Umum) untuk tahu adanya kemungkinan gangguan distribusi. Distribusi inilah yang akan menentukan," tandas dia.
"Terjadi peningkatan konsumsi di bulan puasa. Masyarakat meningkatkan konsumsinya 30% sampai 40% dari pengeluaran normal mereka pada bulan biasa. Termasuk untuk konsumsi, makanan, dan pakaian. Dalam konteks itu kita catat perbandingan harga kebutuhan pokok 30 hari sebelum puasa dengan puasa dan dengan idul fitri," ujar dia di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (22/5/2014).
Sebulan sebelum bulan Ramadan, lanjut dia, peningkatan harga diperkirakan akan berada pada kisaran 4% hingga 11%. Sedangkan antara tanggal 1 Ramadan hingga 1 Syawal, kenaikan harga tidak lagi signifikan, hanya 1% hingga 3,5%. "Jadi sebenarnya peningkatan konsumsi itu pada Ramadannya," tambah dia.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan pengusaha retail untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mereka dalam menghadapi bulan Ramadan. Selain itu, juga akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan distribusi.
"Entar waktu mendekati Ramadan, kita akan berkoordinasi lebih erat dengan Kemenhub (Kementerian Perhubungan) dan KemenPU (Kementerian Pekerjaan Umum) untuk tahu adanya kemungkinan gangguan distribusi. Distribusi inilah yang akan menentukan," tandas dia.
(gpr)
Lihat Juga :