Bank Indonesia Catat Surplus Rp37,4 T

Jum'at, 23 Mei 2014 - 12:55 WIB
Bank Indonesia Catat...
Bank Indonesia Catat Surplus Rp37,4 T
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyampaikan laporan keuangan 2013 setelah diaudit mengalami surplus signfikan sebesar Rp37,4 triliun. Hal ini dipengaruhi membaiknya kondisi ekonomi dan makro serta indikator-indikator lainnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menyampaikan, bahwa surplus laporan keuangan bank sentral disebabkan karena beban pengelolaan moneter yang mengalami sedikit penurunan. Sebelumnya, pada 2009-2011, laporan keuangan BI selalu mengalami defisit.

"Pada 2009 kita mengalami defisit sebanyak Rp1 triliun, 2010 defisit Rp21 triliun dan 2011 defisit Rp25 triliun. Tapi itulah tugas BI, sehingga kadang kita juga mengalami defisit. Indikator ekonomilah yang menjadikan seperti itu," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (23/5/2014).

Menurutnya, bank sentral tidak terlalu menargetkan surplus atau defisit, namun hal ini merupakan dampak dari kebijakan yang diambil BI.

"Sistem operasional BI yang membuat kondisi defisit, memang harus begitu. Tugas kita saat ini adalah menjaga stabilitas," katanya.

Bahkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) bagi laporan keuangan bank sentral tahun lalu. "Laporan keuangan bank sentral mencapai surplus karena indikator ekonomi yang menjadikannya surplus," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Departemen Keuangan Internal BI Ahmad Hidayat mengatakan, anggaran operasional BI selalu diawasi dan harus disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), BPK, dan Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI). "Ini bentuk transparansi dan akuntabilitas kita ke publik," ujarnya.

Mulai tahun ini, lanjut Ahmad, bank sentral mulai membayar pajak. Sebab, pada tahun-tahun lalu, bank sentral mengalami defisit fiskal.

"Secara fiskal masih rugi, sehingga belum bayar pajak. Tahun ini kita bayar pajak Rp601 miliar. BI merupakan sedikit dari bank sentral di dunia yang bayar pajak," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved